Selain memasukkan filter HSC, BEI juga memperbarui acuan rasio free float yang digunakan dalam evaluasi indeks.
Definisi free float kini mengacu pada ketentuan terbaru dalam Peraturan Nomor I-A per 31 Maret 2026 serta Surat Edaran BEI terbaru, menggantikan aturan sebelumnya.
Dalam ketentuan terbaru, saham yang masuk dalam universe indeks IDX80—yang juga menjadi basis seleksi IDX30 dan LQ45—tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan utama.
Sejumlah syarat itu di antaranya tercatat minimal enam bulan, termasuk dalam 150 saham dengan nilai transaksi tertinggi dalam 12 bulan terakhir, serta memenuhi batas minimum kapitalisasi pasar berbasis free float.
Namun, BEI kini juga memperlonggar ketentuan frekuensi perdagangan, di mana saham masih diperbolehkan tidak ditransaksikan maksimal satu hari dalam enam bulan terakhir, dibanding sebelumnya wajib aktif setiap hari bursa.
Penyesuaian lainnya adalah penegasan bahwa batas minimum free float sebesar 10% tetap berlaku, namun harus mengikuti ketentuan terbaru jika terdapat standar yang lebih tinggi dalam regulasi yang berlaku.
BEI menyatakan bahwa perubahan ini akan mulai diterapkan pada evaluasi mayor indeks periode April 2026 dan efektif berlaku pada hari bursa pertama Mei 2026.
Langkah BEI menambahkan filter HSC sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas indeks saham di dalam negeri, di tengah sorotan terhadap struktur kepemilikan sejumlah emiten yang dinilai masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
(fik/naw)































