Logo Bloomberg Technoz

Bekal pengetahuan tersebut membuatnya mengubah pendekatan dalam berjualan. Ia tidak lagi menunggu pelanggan datang, melainkan aktif mencari peluang dan memperluas jangkauan pasar.

Berbagai bazar diikuti, mulai dari lingkungan sekitar hingga kegiatan tingkat kecamatan dan kelurahan. Bahkan, ia mulai menjangkau kampus-kampus di Depok dan Jakarta untuk memperkenalkan produknya.

Inovasi Produk Buka Peluang Baru

(Dok. PNM)

Dari proses tersebut, Mardiana mulai membaca kebutuhan pasar dengan lebih tajam. Ia kemudian menghadirkan inovasi dengan mengolah beras merah menjadi produk siap saji yang praktis dan bernilai tambah.

Produk unggulannya adalah nasi liwet berbahan beras merah yang dilengkapi dengan berbagai lauk. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen akan makanan sehat, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda.

Langkah tersebut terbukti menjadi titik penting dalam perkembangan usahanya. Dari sekadar menjual bahan mentah, Mardiana berhasil naik kelas dengan menghadirkan produk olahan yang lebih kompetitif.

Kepercayaan pun mulai datang dari berbagai pihak. Kini, Mardiana dipercaya untuk mengelola kantin di Kantor Kecamatan Cimanggis, sebuah peran yang memperluas dampak usahanya.

Tidak hanya mengembangkan bisnis pribadi, ia juga turut membantu memasarkan produk pelaku usaha lainnya. Perannya berkembang menjadi penggerak ekonomi kecil di lingkungannya.

Nasi liwet buatannya kini menjadi favorit di kalangan pekerja kantor kecamatan. Produk tersebut juga rutin hadir dalam berbagai kegiatan bulanan yang digelar di lingkungan tersebut.

Dari dapur sederhana, kini ia mampu melayani pesanan harian hingga bulanan. Sistem layanan antar yang ia terapkan juga membuat hubungan dengan pelanggan menjadi lebih dekat dan personal.

Perkembangan ini tidak terlepas dari dukungan permodalan yang ia terima. Dari pinjaman awal sebesar Rp2 juta, usahanya kini berkembang dengan akses pembiayaan hingga Rp7 juta.

Meski demikian, Mardiana menilai bahwa nilai terbesar yang ia peroleh bukan hanya pada tambahan modal. Kepercayaan dan pengetahuan yang ia dapatkan menjadi fondasi utama dalam mengembangkan usaha.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan pentingnya pelatihan dalam mendorong kemandirian nasabah. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai mampu membuka potensi usaha yang lebih luas.

“Nasabah PNM Mekaar memiliki potensi yang luar biasa, kapasitas usaha mereka perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan. Dari sana, nasabah bisa menemukan ide-ide baru, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas pasar. Inilah yang kami dorong agar mereka benar-benar naik kelas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa akses terhadap pengetahuan memiliki dampak yang luas. Ketika perempuan mendapatkan kesempatan belajar, manfaatnya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

Kisah Mardiana mencerminkan semangat kemandirian yang relevan dengan masa kini. Ia menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan langkah besar, tetapi dapat dimulai dari kemauan untuk terus belajar.

Dalam setiap prosesnya, ia mampu beradaptasi dengan tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Hal ini menjadi bukti bahwa usaha kecil pun dapat berkembang dengan strategi yang tepat.

Di Cimanggis, perjalanan Mardiana menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha lainnya. Dari dapur sederhana, ia membuktikan bahwa inovasi dan pengetahuan dapat membawa perubahan nyata.

Kisah ini juga memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika akses terhadap pelatihan dan pembiayaan terbuka, peluang untuk berkembang menjadi semakin luas.

Dengan semangat yang terus terjaga, Mardiana kini tidak hanya berjualan, tetapi juga menginspirasi. Ia menjadi contoh bagaimana keberanian untuk belajar dapat membuka jalan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

(tim)

No more pages