Logo Bloomberg Technoz

Bahlil berharap kerja sama itu dapat memberi kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.

Tanker di Laut Hitam./dok. Bloomberg

Selain itu, dia mengungkapkan Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kerja sama dengan Rusia, termasuk dalam mengembangkan storage crude, penjajakan pemanfaatan energi nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.

“Sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik,” kata Bahlil.

Bahlil menilai Rusia memiliki posisi strategis untuk memasok komoditas energi ke Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian pasar energi dunia yang dipengaruhi faktor geopolitik dan fluktuasi produksi.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev menyatakan kesiapan membantu Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi.

“Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir”, jelas Sergey Tsivilev.

Terpisah, Tsivilev sebelumnya menyatakan Indonesia tengah menjajaki peluang pembelian produk minyak dari Rusia dalam kontrak jangka panjang, menyatakan proses negosiasi tengah berlangsung.

Tsivilev sendiri hadir dalam pertemuan kenegaraan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Senin (13/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut hadir.

Sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Sputnik dan Interfax, Tsivilev menyatakan Rusia telah menerima permintaan dari Indonesia untuk memasok minyak.

“Saat ini kami secara serius tengah mempertimbangkan kontrak jangka panjang dengan harga yang saling menguntungkan,” ujar Tsivilev dalam sebuah wawancara dengan Channel One, sebagaimana dilaporkan Sputnik dan Interfax, Selasa (14/4/2026).

Sebelumnya, Prabowo menyebut pertemuannya dengan Putin di Istana Kremlin, Moskwa untuk berkonsultasi ihwal kondisi geopolitik terkini, hingga ingin memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan energi.

Pertemuan tersebut digelar Prabowo pada Senin (13/4/2026), di tengah gejolak pasar minyak dan gas (migas) akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, yang menyebabkan jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz ditutup.

“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama,” kata Prabowo di Istana Kremlin, ditayangkan secara daring, Senin (13/4/2026) malam.

(azr/naw)

No more pages