“Guna mengatasi tekanan biaya yang meningkat, Samsung kembali menyesuaikan portofolio produknya, merampingkan pilihan entry-level dan menekankan konfigurasi kelas atas, yang secara efektif menaikkan harga awal sekaligus memperkuat posisi premium perangkatnya.
Xiaomi ada di peringkat ketiga dengan market share 12%, atau mengalami pelemahan angka pengiriman paling dalam sekitar -19%. Tahun lalu Xiaomi, yang meraih pangsa pasar 14%, kini dihadapkan pada tantangan paling sulit pada segmen entry-level. Fokusnya di tahun ini adalah meningkatkan traksi di level premium seperti Xiaomi 17, serta mengurangi lini produk.
Untuk diketahui, kenaikan biaya chip memori membuat perusahaan tak punya pilihan untuk ikut mengerak harga jual. Sementara konsumen HP entry-level adalah mereka dengan karakter yang sensitif akan harga.
OPPO, brand asal China juga -4% dengan pangsa pasar di kisaran yang sama 11% dibandingkan tahun sebelumnya. vivo menyusul dengan market share 8%. Keduanya diketahui punya positioning yang kuat di pasar India dan unggul pada segmen mid-range.
“Data shipment OPPO secara keseluruhan menurun, tetapi merek ini mencatat kinerja yang kuat di segmen entry-level dengan seri A5, sementara produk ultra flagship-nya, Find N5, diterima dengan baik di pasar,” diungkap Couterpoint.
Data pengiriman lain-lain didapatkan pangsa pasar 28%, juga mengalami pelemahan dibandingkan dengan periode yang sama atau kuartal I-2025. Walau begitu khusus brand seperti HONOR (bagian dari grup Huawei) serta Nothing justru mengalami kenaikan 25% yoy. Ponsel Google juga naik 14% yoy.
HONOR berhasil mendorong pengiriman lewat kampanye marketing yang agresif, juga ekspansinya yang masih di pasar luar negeri. Google Pixel dengan kekuatan fotografi dan menjual keunggulan fitur AI-nya kemudian semakin matang di pasar-pasar yang telah mereka bidik sebelumnya. Terakhir, Nothing tetap dengan desain yang ekspresif dan unik menempatnya brand ini di pasar yang khas.
(mef/wep)































