Logo Bloomberg Technoz

“Shell Indonesia tengah memasuki tahap baru dengan berbagai peluang, dan saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk memimpin perusahaan dalam upaya pertumbuhan sekaligus terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia,” kata Andri.

“Saya menantikan kerja sama yang erat dengan para mitra, pemerintah, pelanggan, serta masyarakat untuk mewujudkan aspirasi kami dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” lanjut dia.

Sebelumnya, Ingrid mengungkapkan proses alih kepemilikan SPBU Shell di Tanah Air ke Citadel Pacific Limited dan Sefas Group masih ditargetkan rampung tahun ini, di tengah perubahan kebijakan pemerintah di sektor industri hilir migas.

Ingrid menegaskan Shell, Citadel Pacific, dan Sefas memiliki kemitraan jangka panjang di Indonesia dan di negara-negara lain.

“Seluruh pihak tetap berkomitmen pada proses [pengalihan kepemilikan jaringan SPBU Shell di Indonesia] ini,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, medio Februari.

“Shell mengapresiasi dukungan instansi pemerintah terkait dalam penyelesaian proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia dan mengantisipasi hasil positif di tahun ini,” lanjut Ingrid.

Bagaimanapun, dia juga menambahkan bahwa proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia tetap bergantung pada berbagai persetujuan sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

Adapun, SPBU Shell di Indonesia terpantau mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) sejak awal tahun ini. Hingga kini, Shell Indonesia masih terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dengan permohonan rekomendasi impor BBM 2026.

Sebelum kondisi tersebut terjadi, stok BBM di SPBU Shell dan milik badan usaha (BU) swasta lainnya sempat habis pada tahun lalu. Alasannya, izin impor BBM sudah habis dan rekomendasi impor baru dari Kementerian ESDM tak diberikan.

Kala itu, Kementerian ESDM akhirnya memfasilitasi BU swasta untuk membeli base fuel dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Shell tercatat menjadi BU swasta terakhir yang menyerap BBM dasaran milik perusahaan pelat merah tersebut.

Sekadar informasi, manajemen Shell sempat menegaskan pengambilalihan bisnis ritel tersebut hanya mencakup SPBU, tetapi tidak termasuk lini bisnis pelumas. Adapun, proses transaksi ditargetkan tuntas tahun depan.

Pemilik baru SPBU Shell nantinya juga menegaskan merek dagang Shell tetap akan berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek, usai pengalihan kepemilikan aset.

Adapun, perjanjian lisensi tersebut mengizinkan penerima lisensi hak untuk menggunakan merek Shell sesuai dengan standar Shell di wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan penerima lisensi untuk mendapatkan keuntungan dari nilai merek.

Unit bisnis yang dilepas Shell di Indonesia itu mencakup jaringan SPBU yang tersebar di 200 lokasi, lebih dari 160 SPBU dimiliki langsung oleh perusahaan. Shell juga memiliki terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.

Selepas melepas unit bisnis SPBU, Shell Indonesia bakal tetap menjalankan bisnis pelumas di Tanah Air.

Shell memiliki dan mengoperasikan pabrik pelumas dengan kapasitas mencapai 300 juta liter per tahun dan sedang membangun pabrik manufaktur gemuk di Marunda yang akan memiliki kapasitas 12 kiloton per tahun.

Pada 2022, Shell mengakuisisi EcoOils yang memiliki dua fasilitas pengolahan di Indonesia. Akuisisi ini menambah portofolio bisnis bahan bakar rendah karbon Shell di kawasan tersebut.

(azr/wdh)

No more pages