Logo Bloomberg Technoz

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi dan Keuangan BPKH Amri Yusuf, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi.

Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah merupakan bukti kapabilitas BRI dalam menyediakan layanan keuangan yang cepat, aman, dan terpercaya.

“Dengan dukungan jaringan kerja BRI yang tersebar luas di seluruh Indonesia, pendistribusian banknotes SAR diharapkan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Hal ini sekaligus menegaskan kapabilitas BRI sebagai bank dengan infrastruktur dan jangkauan layanan yang komprehensif dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji. Di sisi lain, peran ini juga menjadi bagian penting dari sinergi BRI dengan pemerintah dalam memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terpenuhi secara optimal selama berada di Tanah Suci,” ujar Farida.

Peran BRI menjadi semakin penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Hal ini menuntut kesiapan layanan yang tidak hanya mencakup aspek ibadah, tetapi juga pengelolaan keuangan dan perlindungan jemaah.

Distribusi Living Cost ke Ratusan Ribu Jemaah

Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi dan Keuangan BPKH Amri Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin antara BRI dan pemerintah. Ia menilai sinergi ini penting untuk memastikan penyelenggaraan haji berjalan lancar.

“Kami akan terus berkolaborasi dan sinergi mencari solusi inovatif untuk menurunkan biaya haji tanpa sedikit pun mengorbankan kualitas penyelenggaraan haji dan pelayanan kepada jemaah,” ujar Amri Yusuf.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi. Ia menilai pengalaman BRI menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran distribusi living cost.

“Dengan pengalaman BRI dalam penyediaan banknotes untuk living cost sebelumnya, kami percaya amanah besar ini dapat terlaksana dengan baik. Living cost bukan sekadar bekal materi untuk kebutuhan harian jemaah, melainkan instrumen penting yang memberikan rasa tenang bagi jemaah selama berada di Tanah Suci,” ujar Jaenal Effendi.

Pemerintah saat ini juga tengah fokus pada penguatan empat program strategis. Program tersebut mencakup penurunan biaya haji, penataan daftar tunggu, penguatan ekspor produk Indonesia, serta pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.

BRI turut mendukung upaya tersebut dengan menyediakan layanan penukaran banknotes SAR tambahan. Layanan ini tersedia melalui gerai money changer BRI di seluruh embarkasi keberangkatan jemaah haji.

Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi jemaah yang membutuhkan tambahan dana selama menjalankan ibadah. Dengan demikian, kebutuhan finansial jemaah dapat terpenuhi secara lebih fleksibel.

Sebanyak 203.320 calon jemaah haji akan menerima distribusi living cost sebelum keberangkatan. Proses distribusi dijadwalkan berlangsung pada akhir April hingga akhir Mei 2026.

Distribusi dilakukan melalui 22 embarkasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Lokasi tersebut meliputi Aceh, Medan, Padang, Batam, Palembang, hingga wilayah Indonesia timur seperti Makassar, Gorontalo, dan Maluku.

Setiap jemaah akan menerima hak living cost sebesar SAR 750. Dana tersebut diberikan dalam beberapa pecahan untuk memudahkan penggunaan selama di Arab Saudi.

Rinciannya terdiri dari satu lembar SAR 500, dua lembar SAR 100, serta satu lembar SAR 50. Skema ini dirancang agar jemaah dapat lebih mudah bertransaksi untuk kebutuhan sehari hari.

Melalui dukungan layanan keuangan yang komprehensif, BRI terus memperkuat perannya dalam ekosistem penyelenggaraan haji nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.

Dengan pengalaman panjang dan jaringan luas, BRI optimistis mampu menjalankan amanah ini secara optimal. Kehadiran layanan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kenyamanan dan ketenangan jemaah selama beribadah di Tanah Suci.

(tim)

No more pages