Logo Bloomberg Technoz

Para direktur eksekutif IMF, dalam pernyataan terpisah mengenai Pasal IV, mengatakan bahwa dengan sikap kebijakan The Fed saat ini yang mendekati netral, "hanya ada sedikit ruang untuk menurunkan suku bunga pada 2026, terutama mengingat kenaikan harga energi, kemungkinan dampaknya ke inflasi inti, dan risiko kenaikan harga komoditas global yang kemungkinan akan semakin menunda kembalinya inflasi ke target."

Inflasi AS Tetap Jauh di Atas Target The Fed. (Bloomberg)

Berdasarkan prospek dasar staf IMF, suku bunga acuan The Fed akan mencapai target 3,25% hingga 3,5% pada akhir tahun. Saat ini, suku bunga tersebut di angka 3,5% hingga 3,75%. 

"Ini akan memungkinkan perekonomian kembali ke tingkat pengangguran penuh penuh dan inflasi 2%" pada paruh pertama tahun 2027, kata IMF.

Tarif AS

Rilis pada Kamis adalah versi lengkap Laporan Pasal IV, menyusul ringkasan yang diterbitkan pada Februari. Penilaian IMF terhadap ekonomi AS dilakukan sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, sehingga tidak secara luas membahas konflik di Timur Tengah. IMF menyatakan bahwa perang tersebut mungkin "lebih mendorong produksi energi AS."

IMF tetap memperkirakan pertumbuhan PDB sebesar 2,4% untuk negara tersebut pada 2026, didukung oleh kebijakan fiskal dan suku bunga kebijakan yang lebih rendah. Pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 2,1% pada tahun depan.

Mengenai kenaikan tarif impor oleh Presiden Donald Trump, IMF mengatakan "bukti menunjukkan bahwa tarif tersebut, sejauh ini, sebagian besar ditanggung oleh perusahaan AS dan, dalam skala yang lebih kecil, oleh konsumen." IMF mengasumsikan rata-rata tarif efektif yang diterapkan sekitar 7% hingga 8,5%.

"Mengingat biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk merestrukturisasi rantai pasokan di tengah tarif-tarif ini, dampak negatif terhadap pertumbuhan kemungkinan akan paling besar dalam jangka pendek, tetapi diperkirakan akan bertahan lama," tambah staf IMF.

(bbn)

No more pages