Logo Bloomberg Technoz

"Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar: kepentingan rakyat Amerika yang mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini? Apakah ada ancaman objektif dari Iran yang dapat membenarkan tindakan tersebut?" tulis Pezeshkian.

Terkait serangan terhadap infrastruktur energi dan industri vital Iran, Pezeshkian melabeli tindakan tersebut sebagai kejahatan perang. Namun, alih-alih melihatnya sebagai demonstrasi kekuatan, ia justru menilai hal itu sebagai bukti kegagalan diplomasi AS.

"Hal itu menciptakan ketidakstabilan, meningkatkan biaya kemanusiaan dan ekonomi, serta memperpanjang siklus ketegangan, menanamkan benih kebencian yang akan bertahan selama bertahun-tahun. Ini bukanlah demonstrasi kekuatan, melainkan tanda kebingungan strategis dan ketidakmampuan mencapai solusi berkelanjutan," ungkap Pezeshkian.

Ia mengingatkan bahwa Iran telah memenuhi seluruh komitmen dalam jalur negosiasi. Namun, keputusan AS untuk menarik diri secara sepihak dan melancarkan agresi militer justru dianggap sebagai pilihan destruktif yang hanya akan memperpanjang siklus ketegangan dan ketidakstabilan ekonomi di kawasan serta global.

"Keputusan untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut, meningkatkan konfrontasi, dan melancarkan dua aksi agresi di tengah negosiasi merupakan pilihan destruktif yang dibuat pemerintah AS. Pilihan yang melayani ilusi agresor asing," tutupnya.

(del)

No more pages