Dia mengatakan, lintasan Jawa–Sumatera–Bali tetap menjadi simpul vital pergerakan nasional, yang menjadi kontributor utama pergerakan pemudik yang menggunakan jalur penyeberangan.
Secara kumulatif, realisasi penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera pada periode 22 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026 pukul 06.00 WIB (H s.d H+8) mencapai 814.821 orang atau 99% dibandingkan total penumpang yang berangkat dari Jawa ke Sumatera pada arus mudik (H-8 s.d H) sebanyak 822.950 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali dari Sumatera ke Pulau Jawa pada periode yang sama tercatat sebanyak 218.822 unit atau mencapai 100% dibandingkan jumlah kendaraan yang berangkat saat arus mudik sebanyak 219.183 unit.
Sebelumnya, Pemerintah secara resmi menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H) yang berlangsung selama periode 13-29 Maret atau sebanyak 17 hari, dengan total pemudik mencapai 147,5 juta orang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan jumlah angka tersebut mengalami kenaikan 2,53% jika dibandingkan hasil survei yang tsebelumnya diproyeksikan mencapai 143,92 juta orang.
Kendati demikian, realisasi itu masih turun sebesae 4,57% secara tahunan. Pada 2025 lalu, pemerintah mencatat total jumlah pemudik mencapai 154,62 juta orang.
"Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," ujar Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/3/2026).
(ain)






























