Selain itu, pengembangan konektivitas juga dapat diperluas dari kota-kota besar di Jepang seperti Osaka, sehingga memberikan lebih banyak pilihan akses bagi wisatawan Jepang untuk menjangkau berbagai destinasi unggulan Indonesia.
“Kami melihat peluang besar untuk memperluas konektivitas antara Indonesia dan Jepang, tidak hanya melalui Jakarta tetapi juga menuju destinasi lain seperti Yogyakarta. Penguatan konektivitas ini akan membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan Jepang untuk menikmati kekayaan budaya, alam, dan pengalaman wisata berkualitas di Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata.
Pertemuan ini juga membahas peluang kolaborasi promosi pariwisata antara Kementerian Pariwisata dan ANA, termasuk melalui program familiarization trip bagi agen perjalanan, media, dan influencer Jepang untuk meningkatkan eksposur destinasi Indonesia di pasar Jepang. Selain itu, peluang promosi melalui pemanfaatan berbagai platform promosi milik ANA, seperti in-flight magazine, kanal digital, dan jaringan ANA Mileage Club, untuk memperluas jangkauan promosi. Upaya ini diharapkan dapat terintegrasi dengan kampanye nasional “Wonderful Indonesia”, termasuk melalui partisipasi dalam berbagai ajang pariwisata di Jepang seperti Tourism Expo Japan.
Melalui pertemuan ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara sektor pariwisata dan industri penerbangan sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan serta mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.
(spt)




























