Logo Bloomberg Technoz

Distribusi hasil pertanian dari Sumowono tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal. Sayuran segar dari desa ini juga dikirim ke berbagai daerah lain di luar wilayahnya. Hal ini menjadikan Sumowono sebagai salah satu titik penting dalam rantai pasok sayuran di Kabupaten Semarang.

Peran BUMDes dan Inovasi Layanan Desa

Di balik geliat ekonomi tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo memainkan peran strategis. BUMDes ini mengelola berbagai unit usaha yang mendukung kehidupan masyarakat, mulai dari pasar desa hingga layanan digital. Kehadirannya menjadi penggerak utama dalam mengintegrasikan potensi ekonomi desa.

Unit usaha yang dikelola BUMDes mencakup lembaga keuangan, pengelolaan sampah, alun-alun desa, hingga layanan online shop dan delivery order. Melalui lembaga keuangan desa, masyarakat dapat mengakses pinjaman dengan bunga rendah, sehingga mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Pengelolaan sampah di Sumowono juga mengalami transformasi. Tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana desa mampu mengelola sumber daya secara berkelanjutan.

Sementara itu, alun-alun desa disulap menjadi ruang publik yang nyaman dan ramah. Tempat ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk bagi pelaku UMKM yang menjajakan produk mereka. Kehadiran ruang terbuka ini memperkuat interaksi sosial sekaligus ekonomi.

Inovasi lain yang menarik adalah layanan ONNO atau Delivery Online Sumowono. Layanan ini lahir dari inisiatif BUMDes untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap belanja praktis. ONNO tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi pemuda desa sebagai pengemudi.

Setiap hari, layanan ONNO mampu melayani sekitar 50 hingga 60 pesanan. Produk yang dipesan beragam, mulai dari kebutuhan harian hingga produk UMKM lokal. Kehadiran layanan ini menunjukkan bagaimana digitalisasi mulai merambah desa dan memberikan dampak nyata.

Di sektor UMKM, geliat ekonomi semakin terlihat di area alun-alun desa. Terdapat sekitar 20 hingga 22 pedagang aktif, mayoritas bergerak di bidang kuliner. Aktivitas ini menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung.

Dukungan dari sektor perbankan juga turut memperkuat perkembangan UMKM. BRI melalui program CSR memberikan bantuan pembangunan pujasera. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat baru bagi pelaku usaha untuk berkembang lebih tertata dan nyaman.

Selain itu, BRI juga menyediakan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pinjaman lainnya. Tidak hanya itu, digitalisasi transaksi didorong melalui penyediaan QRIS dan EDC. Langkah ini mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi non-tunai.

Kolaborasi antara desa dan BRI membuahkan hasil yang signifikan. Desa Sumowono berhasil masuk dalam 15 besar Desa BRILiaN 2025 tingkat nasional. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan pengelolaan potensi desa secara terpadu.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa program Desa BRILiaN bertujuan menciptakan model pengembangan desa yang berkelanjutan. Program ini menjadi bagian dari peran BRI sebagai agen pembangunan di tingkat desa.

Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 5.200 desa di seluruh Indonesia telah mendapatkan pemberdayaan melalui program ini. Jumlah tersebut menunjukkan komitmen dalam mendorong kemajuan desa secara luas.

“Di Sumowono, program ini bukan sekadar label, melainkan cerita tentang desa yang tumbuh dari kebun sayur, pasar rakyat, dan semangat gotong royong, menuju masa depan yang lebih berdaya dan berkelanjutan. Semoga Desa Sumowono semakin maju dan program pemberdayaan yang dijalankan dapat mendorong UMKM lokal terus berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Keberhasilan Sumowono menjadi contoh bagaimana desa mampu berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga keuangan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan kombinasi antara tradisi agraris dan inovasi digital, Sumowono menunjukkan arah baru pembangunan desa. Dari kebun sayur hingga platform online, semuanya terhubung dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

(tim)

No more pages