Kondisi tersebut mendorong Anne untuk mencari alternatif usaha. Ia memulai dari Resep Dapur Avantie yang kemudian berkembang menjadi restoran dengan konsep yang lebih matang.
Nama D'Kambodja sendiri memiliki makna personal. Bunga kamboja yang sering menjadi aksesori rambutnya dijadikan simbol identitas yang kemudian diterjemahkan ke dalam konsep restoran.
Keunikan D'Kambodja tidak hanya terletak pada menu, tetapi juga filosofi yang diusung. Konsep Nostalgia Rasa menjadi benang merah yang menghubungkan pengalaman hidup dengan sajian kuliner.
“Rumah makan lain mungkin tampil lebih estetik agar menarik pasar, tapi saya tetap mempertahankan keotentikan dengan sentuhan yang lebih berkelas. Masakan rumahan disajikan sesuai personal branding saya sebagai desainer—ditata apik, bangunannya dipercantik, dan setiap sajian punya cerita serta sejarah. Saya menyebutnya ‘Nostalgia Rasa’,” cerita Bunda Anne.
Konsep ini diterapkan dalam setiap detail restoran. Mulai dari desain bangunan, dekorasi, hingga peralatan makan dipilih secara cermat untuk memperkuat cerita yang ingin disampaikan.
Menu yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Hidangan seperti Lontong Opor Jangan Ndeso, Nasi Gudeg Sitimewah, dan Nasi Rames menjadi favorit karena menghadirkan rasa rumahan dengan sentuhan elegan.
Dukungan BRI Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas
Perjalanan D'Kambodja tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk perbankan. BRI menjadi salah satu mitra yang berperan dalam mendukung perkembangan usaha ini sejak awal.
Dukungan tersebut tidak hanya berupa akses permodalan, tetapi juga keterlibatan dalam berbagai program dan kegiatan. Hal ini membantu memperkenalkan D'Kambodja kepada masyarakat yang lebih luas.
"BRI memberikan hubungan yang positif kepada D'Kambodja lewat program-program, kegiatan sosial, serta event yang membuat masyarakat lebih mengenal D'Kambodja. Selain itu, BRI juga mendukung pemberdayaan UMKM binaan Yayasan Anne Avantie agar bisa naik kelas. Jadi, BRI ini ibarat tiang penyangga bukan hanya untuk Anne Avantie secara individu, tapi juga buat Yayasan Anne Avantie," jelasnya.
Melalui dukungan tersebut, D'Kambodja mampu berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner yang diminati di Semarang. Kehadiran BRI turut memperkuat fondasi bisnis sekaligus membuka peluang ekspansi.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan. Pendampingan dan pemberdayaan menjadi kunci dalam membantu pelaku usaha berkembang.
“Kisah dari D'Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie menjadi salah satu contoh dengan pemberdayaan dari BRI, UMKM bisa terus berkembang usahanya. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas” imbuh Dhanny.
Kisah D'Kambodja menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari kondisi sulit. Dengan menggabungkan kekuatan tradisi dan kreativitas, usaha ini mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan.
Transformasi yang dilakukan juga mencerminkan pentingnya adaptasi dalam dunia usaha. Pendekatan yang mengedepankan cerita dan pengalaman menjadi nilai tambah yang membedakan D'Kambodja dari kompetitor.
Dengan dukungan ekosistem yang tepat, termasuk peran perbankan, UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang. D'Kambodja menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Ke depan, potensi kuliner berbasis budaya seperti ini diyakini akan terus berkembang. Selain memperkaya khazanah kuliner nasional, juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
(tim)




























