Logo Bloomberg Technoz

Dalam beberapa tahun terakhir, periode Ramadan dan Idulfitri secara konsisten menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan kedua. Lonjakan belanja masyarakat, tradisi mudik, serta peningkatan aktivitas sektor transportasi, ritel, dan pariwisata menjadi faktor kunci.

Sebelumnya tercatat bahwa pemerintah secara aktif menggelontorkan berbagai insentif menjelang Lebaran, mulai dari diskon tarif transportasi, bantuan sosial tambahan, hingga kebijakan fleksibilitas kerja seperti Work from Anywhere guna memperlancar mobilitas masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan momentum Ramadan dan Lebaran menjadi pengungkit penting aktivitas ekonomi domestik, terutama melalui peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat. Ia bahkan menyebut bahwa insentif yang diberikan dala periode tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,5%.

“Kita berpuasa 30 hari dan tentunya makna kemenangan ini juga dari kaitannya ekonomi, pemerintah membuat banyak program termasuk diskon, kemudian mendorong mobilitas melalui program Work from Anywhere dan juga berbagai program termasuk bantuan pangan, bantuan sosial,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026). 

(ell)

No more pages