Logo Bloomberg Technoz

Dibayangi Inflasi, Bitcoin Bertahan di Kisaran US$70 Ribu

News
20 March 2026 18:30

Bitcoin. dok: Bloomberg
Bitcoin. dok: Bloomberg

Matt Haldane- Bloomberg News

Bloomberg, Bitcoin bertahan sedikit di atas US$70.000 (Rp1,18 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp16.927) seiring perang Iran memicu kekhawatiran inflasi, menutupi sentimen positif dari kemenangan regulasi industri kripto di Amerika Serikat pekan ini.

Bitcoin mencatatkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut setelah sempat menyentuh level tertinggi enam pekan di kisaran US$76.000 (Rp1,28 triliun) pada Selasa. Token tersebut diperdagangkan di sekitar US$70.500 (Rp1.19 triliun) pada pukul 14.30 waktu Singapura pada Jumat, relatif tidak banyak berubah dibandingkan sepekan sebelumnya.


Pekan ini menjadi periode yang beragam bagi pasar kripto. Industri mendapatkan angin segar regulasi di AS setelah Securities and Exchange Commission merilis rincian baru terkait klasifikasi kripto, di mana sebagian besar token yang telah matang tidak dikategorikan sebagai sekuritas sehingga terhindar dari beban regulasi tambahan. Namun, kekhawatiran bahwa perang Iran dapat mendorong inflasi dan memicu kenaikan suku bunga menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko tersebut.

“Penurunan semalam dipicu oleh serangkaian pertemuan bank sentral yang bernada hawkish, yang kembali membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan,” tulis analis IG Markets Tony Sycamore dalam catatannya. “Hal ini terjadi bersamaan dengan aksi pengurangan risiko portofolio di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.”