Logo Bloomberg Technoz

Uni Eropa menyebut serangan tersebut sebagai “eskalasi mematikan lainnya dalam konflik yang harus segera diakhiri” serta mendesak adanya “gencatan senjata segera.” China juga menyerukan Afghanistan dan Pakistan untuk menghentikan permusuhan serta segera melakukan komunikasi langsung, menurut juru bicara kementerian luar negeri di Beijing.

Pemerintahan Taliban Afghanistan menyatakan sedikitnya 400 orang tewas akibat serangan udara Pakistan terhadap rumah sakit rehabilitasi narkoba di Kabul. Namun, Islamabad membantah menargetkan fasilitas tersebut atau warga sipil, dan menegaskan serangan ditujukan pada infrastruktur militer.

Serangan dilaporkan menghantam fasilitas berkapasitas 2.000 tempat tidur dalam kompleks pemerintah besar yang sebelumnya digunakan militer Amerika Serikat hingga 2015, menurut PBB.

Sejumlah media internasional, termasuk Agence France-Presse dan Associated Press, melaporkan tim penyelamat mengevakuasi jenazah dari reruntuhan fasilitas tersebut. The New York Times melaporkan setidaknya 75 jenazah diangkut menggunakan ambulans sepanjang malam hingga Selasa pagi.

Pakistan sebelumnya menyatakan “perang terbuka” dengan Afghanistan pada Februari dan sejak itu melancarkan serangan ke berbagai fasilitas militer dan lokasi lain di dalam wilayah Afghanistan. Inti konflik ini adalah tudingan Islamabad bahwa Taliban Afghanistan melindungi kelompok militan yang merencanakan serangan di wilayah Pakistan, tuduhan yang dibantah Kabul.

“Karena pemilihan target dan besarnya jumlah korban, serangan ini menjadi momen eskalasi paling signifikan dalam konflik,” ujar Michael Kugelman, peneliti senior di Atlantic Council, Washington. “Hal ini membawa kedua pihak semakin dekat ke perang terbuka.”

Meski seruan dialog semakin menguat, belum ada indikasi kedua pihak akan segera berunding. Pemerintahan Taliban menyatakan Pakistan akan segera menerima “respons keras,” menurut laporan TOLOnews yang mengutip juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Kedua negara berbatasan langsung dengan Iran, meningkatkan risiko ketidakstabilan regional yang lebih luas, di tengah belum adanya tanda penurunan tensi antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Ketegangan yang saling tumpang tindih ini berpotensi memicu konflik yang jauh lebih besar, kata James Dorsey, peneliti senior di S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura, yang memperingatkan meningkatnya risiko di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.

Afghanistan juga dilaporkan menggunakan drone di sejumlah kota di Pakistan dalam sepekan terakhir, termasuk di sekitar Islamabad. Pakistan mengklaim berhasil mencegat drone tersebut, meski puingnya menyebabkan empat orang terluka.

Panglima Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, sebelumnya menyatakan operasi militer akan terus berlanjut hingga Kabul menghentikan dukungan terhadap kelompok militan. Pakistan, yang sebelumnya mendukung Taliban, kini menuduh kelompok tersebut melindungi militan yang menyerang wilayahnya. Klaim tersebut yang dibantah Afghanistan.

Hubungan kedua negara terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, setelah penarikan pasukan pimpinan Amerika Serikat. Pakistan melaporkan peningkatan signifikan kekerasan di wilayah perbatasannya dalam empat tahun terakhir.

(bbn)

No more pages