Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut India belum memberikan komentar resmi terkait pengerahan ini. Namun, India memiliki kebijakan jangka panjang untuk hanya berpartisipasi dalam operasi militer internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), alih-alih berpihak pada tindakan sepihak dari negara tertentu.
Langkah pengamanan ini bukan hal baru bagi India. Pada tahun 2024, Angkatan Laut India pernah mengerahkan setidaknya selusin kapal ke Laut Arab menyusul serangan bajak laut yang terkait dengan militan Houthi di Yaman yang didukung Iran.
Mantan perwira senior Angkatan Laut India, D.K. Sharma, menjelaskan bahwa kehadiran militer di dekat Teluk Oman dan Selat Hormuz bertujuan untuk "memberikan rasa aman bagi kapal dagang berbendera India dan membantu memastikan kelancaran arus energi."
Pengerahan kapal-kapal perang ini dilakukan di bawah payung Operasi Sankalp, sebuah misi yang diluncurkan sejak 2019 untuk menjaga pelayaran niaga dan melindungi kepentingan maritim India di kawasan Teluk.
Berdasarkan data pejabat pemerintah, saat ini terdapat 22 kapal berbendera India yang terjebak di Teluk Persia. Jumlah tersebut mencakup enam kapal pengangkut LPG, satu kapal pengangkut gas alam cair (LNG), dan empat tanker minyak mentah.
Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan akhir pekan lalu bahwa dirinya telah membahas "situasi serius di kawasan" tersebut dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, termasuk mencari cara untuk mengamankan perlintasan kapal-kapal melalui selat yang sedang bergejolak tersebut.
(bbn)






























