Logo Bloomberg Technoz

Arus energi global saat ini tengah kacau balau akibat penutupan jalur kritis Selat Hormuz, yang biasanya menjadi jalur bagi sebagian besar aliran minyak dan gas dunia melalui laut. Beberapa produsen utama di Teluk mulai memangkas produksi seiring penuhnya kapasitas penyimpanan di kawasan tersebut, sementara sejumlah fasilitas lainnya terpaksa tutup setelah menjadi sasaran serangan drone.

Namun, serangan terbaru ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai seberapa lama pasokan global akan terganggu, bahkan setelah Selat Hormuz nantinya dibuka kembali.

Qatar sebelumnya telah menutup kilang Ras Laffan pada awal Maret setelah menjadi target serangan drone Iran, dan tak lama kemudian menyatakan status force majeure atas pengiriman dari lokasi tersebut.

Bloomberg melaporkan pada Rabu (18/3) pagi bahwa fasilitas tersebut sedang dalam proses evakuasi sebagai langkah pencegahan, setelah namanya masuk dalam daftar target potensial yang dirilis oleh Teheran.

Dalam sebuah pernyataan di media sosial pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan sikap kerasnya. "Qatar menganggap agresi ini sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara, serta ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan stabilitas kawasan," tulis kementerian tersebut.

(bbn)

No more pages