Sementara itu, pembayaran THR pensiunan sampai dengan 11 Maret 2026 telah disalurkan sejumlah Rp12,15 triliun untuk 3.727.765 pensiunan atau mencapai 99,67%.
Penyaluran dilakukan melalui PT Taspen sebesar Rp10,7 triliun untuk 3.221.681 pensiunan atau mencapai 99,67% dan PT Asabri sebesar Rp1,44 triliun untuk 506.084 pensiunan atau 99,57%. Untuk ASN daerah, hingga 17 Maret 2026, THR telah dilaporkan oleh pemerintah daerah (Pemda) kepada Kanwil DJPb terealisasi sebesar Rp21,33 triliun untuk 4.016.124 pegawai yang telah dilaporkan oleh 476 Pemda dari 546 Pemda. Artinya, realisasi penyaluran untuk pegawai ASN daerah mencapai 87,18%.
Pemerintah menggelontorkan anggaran negara Rp55 triliun untuk THR ASN pada periode Idul Fitri 2026. Angka ini meningkat 10% dibanding besaran anggaran THR tahun sebelumnya, yakni Rp49 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto bilang, pembayaran THR sudah dimulai bertahap sejak 26 Februari 2026 atau pekan pertama Ramadan yang diberikan kepada PNS, CPNS, PPPK, Pejabat Negara, Prajurit TNI, Anggota Polri, dan para pensiunan.
Airlangga menjelaskan THR ASN 2026 akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN Pemerintah Pusat, termasuk TNI/Polri dengan total anggaran Rp22,2 trilun. Selain itu, sebanyak 4,3 juta ASN Pemerintah Daerah dengan total anggaran Rp20,2 triliun. Kemudian, sebanyak 3,8 juta pensiunan dengan anggaran Rp12,7 triliun.
(ain)































