Selama empat hari pertama masa Angkutan Lebaran, yakni 11–14 Maret 2026, KAI telah melayani 689.318 pelanggan baik pada layanan kereta api jarak jauh maupun kereta lokal.
Tingkat okupansi kereta jarak jauh juga terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada 11 Maret, jumlah pelanggan tercatat 101.617 orang atau 63,7% dari kapasitas kursi. Angka tersebut naik menjadi 126.208 pelanggan pada 12 Maret atau 79,2% dari kapasitas.
Peningkatan signifikan terjadi pada 13 Maret dengan jumlah pelanggan mencapai 165.675 orang atau 101,4% dari kapasitas, dan kembali meningkat pada 14 Maret menjadi 185.866 pelanggan atau 113,7% dari kapasitas kursi yang tersedia.
Anne menjelaskan tingkat okupansi yang melampaui 100% dimungkinkan karena pola penumpang yang dinamis di berbagai stasiun perantara. Dalam satu perjalanan kereta jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda.
Berdasarkan data sementara pada 15 Maret 2026, pergerakan penumpang masih tinggi dengan sekitar 160.815 pelanggan diperkirakan melakukan perjalanan menggunakan kereta jarak jauh atau sekitar 98,4% dari kapasitas kursi yang tersedia pada hari tersebut.
Sejumlah kereta dengan permintaan tinggi selama periode Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemar Kerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan perseroan terus memantau kesiapan operasional menjelang puncak arus mudik. Ia juga meninjau Posko Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi 5 Purwokerto untuk memastikan kesiapan layanan bagi pemudik.
Menurut Bobby, selain capaian operasional, pengalaman perjalanan pelanggan juga menjadi perhatian utama selama periode angkutan Lebaran.
“Selain capaian operasional, pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama. Senyuman pelanggan dan perjalanan yang lancar menjadi indikator penting dari layanan yang diberikan oleh seluruh insan KAI,” ujarnya.
(ell)



























