Logo Bloomberg Technoz

Operasi pemuatan minyak tetap berlangsung di terminal minyak Pulau Kharg pada 2 Maret 2026, dua hari setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan Operasi Epic Fury.

“Banyak negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirim kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga selat itu tetap terbuka dan aman,” tulis Trump dalam unggahan terbarunya. Ia menyebut berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris juga akan mengirim kapal perang.

Trump juga mengatakan meskipun militer Iran “sudah hancur 100%,” Teheran masih dapat dengan mudah mengancam kapal dengan drone, ranjau laut, dan rudal jarak pendek. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat “akan membombardir habis-habisan” garis pantai Iran untuk menghadapi ancaman tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, hanya ditutup bagi kapal dari “negara musuh.”

Pemerintahan Trump juga menolak upaya sekutu di Timur Tengah untuk memulai pembicaraan diplomatik guna mengakhiri konflik, menurut laporan Reuters yang mengutip tiga sumber yang mengetahui hal tersebut. Iran juga sejauh ini menolak gagasan gencatan senjata.

Sekitar 3.750 orang telah tewas di seluruh kawasan sejak perang dimulai pada 28 Februari dengan serangan bom Amerika Serikat dan Israel ke Iran, menurut data dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah. Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS menyebut lebih dari 3.000 orang tewas di Iran dalam dua pekan terakhir. Puluhan orang tewas di negara-negara Teluk dan di Israel, sementara Amerika Serikat kehilangan 11 personel militernya.

Pemerintah Lebanon mengatakan sekitar 700 orang tewas akibat serangan Israel di negara tersebut dalam konflik paralel melawan kelompok Hezbollah yang didukung Iran. Prancis disebut telah menyusun rencana untuk mengakhiri perang di Lebanon yang mengharuskan pemerintah Lebanon mengakui Israel, menurut laporan Axios yang mengutip tiga sumber. Lebanon disebut menerima proposal itu sebagai titik awal, sementara Israel dan AS masih meninjau rencana tersebut.

Iran, yang secara militer jauh lebih lemah dibandingkan Amerika Serikat dan Israel, menargetkan negara-negara tetangga serta fasilitas pelayaran dan energi dalam upaya menciptakan kekacauan di kawasan serta di pasar minyak dan gas global. Strategi tersebut diharapkan memberi tekanan kepada Trump agar menghentikan perang.

Trump sendiri menghadapi kritik di dalam negeri karena harga bensin melonjak tajam dan sejumlah lawan politik menilai ia meremehkan respons serta ketahanan Iran.

Ketidakpastian mengenai durasi perang juga meningkat di tengah sinyal yang berubah-ubah dari Trump serta sikap keras Iran. Pada Jumat, Trump mengatakan Amerika Serikat akan melanjutkan kampanye militer “selama diperlukan” dan menyiratkan bahwa Angkatan Laut AS akan segera mulai mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini berbeda dari komentar sebelumnya yang menyebut tujuan militer AS “sebagian besar sudah tercapai.”

Pada Sabtu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memuji serangan terhadap Pulau Kharg dan mengatakan perang telah memasuki “fase kemenangan.” Ia juga menyebut pertempuran akan berlangsung “selama dibutuhkan.”

Serangan Pelabuhan

Di Uni Emirat Arab, operasi di pelabuhan minyak utama Fujairah di Teluk Oman dihentikan setelah serangan drone dan kebakaran pada Sabtu pagi, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Proses pemuatan minyak mentah dan produk olahan di Fujairah yang berada tepat di luar Selat Hormuz dihentikan sebagai langkah pencegahan sambil menilai kerusakan yang terjadi. Fujairah merupakan pusat ekspor penting bagi minyak mentah dan produk bahan bakar, serta semakin strategis bagi pasar global karena menjadi salah satu jalur ekspor minyak Teluk yang tidak melalui Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan rudal yang menghantam Pulau Kharg semalam berasal dari dua lokasi di dalam wilayah Uni Emirat Arab.

Di Dubai, otoritas setempat mengatakan puing dari sistem intersepsi rudal menghantam fasad sebuah gedung di pusat kota. “Tidak ada kebakaran dan tidak ada korban luka,” kata Dubai Media Office.

Sebuah bangunan di Dubai International Financial Centre terlihat mengalami kerusakan pada bagian fasadnya pada Sabtu, meskipun penyebab pastinya belum jelas.

Dubai Media Office mengatakan akses dan kegiatan bisnis tetap berjalan, meskipun beberapa organisasi menerapkan kerja jarak jauh. Ekosistem keuangan kota tersebut disebut tetap tangguh dan terus berfungsi sebagai pusat aktivitas industri.

Pemerintah Uni Emirat Arab mengatakan negara itu mendeteksi sembilan rudal dan 33 drone yang ditembakkan ke wilayahnya pada Sabtu.

Serangan ke Yordania dan Irak

Yordania yang juga menampung pasukan dan pesawat militer AS mengatakan telah mencegat 79 rudal balistik dan drone dalam sepekan terakhir. Namun enam proyektil lainnya tidak berhasil dicegat. Militer Yordania melaporkan sembilan orang terluka dalam periode tersebut.

Media Iran melaporkan serangan baru ke Teheran pada Sabtu pagi, sementara militer Iran mengatakan kembali menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan Teluk yang menampung pasukan AS.

Setelah serangan yang dilaporkan mengenai kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad, misi diplomatik tersebut memperingatkan warga Amerika untuk segera meninggalkan Irak. Peringatan itu juga menyebut wilayah udara Irak masih ditutup bagi penerbangan komersial sehingga warga disarankan mencari jalur darat menuju Yordania, Kuwait, Arab Saudi, atau Turki.

Harga minyak Brent ditutup di atas US$100 per barel pada Jumat, level tertinggi dalam hampir empat tahun. Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait terpaksa mengurangi produksi minyak mentah karena penutupan de facto Selat Hormuz. Qatar juga menghentikan operasi ekspor gas alam cair, padahal negara tersebut merupakan salah satu dari tiga pemasok LNG terbesar di dunia.

Dua kapal tanker minyak terlihat bersandar di Pulau Kharg beberapa jam setelah Amerika Serikat menyerang instalasi militer di sana, menurut Tankertrackers.com. Media pemerintah Iran juga mengatakan ekspor minyak tetap berjalan normal.

Namun Iran memperingatkan akan menargetkan fasilitas energi yang terkait dengan Amerika Serikat di Timur Tengah jika infrastruktur minyaknya diserang.

Jika aset energi Iran diserang, “seluruh fasilitas minyak, ekonomi, dan energi milik perusahaan minyak di kawasan yang sebagian dimiliki atau bekerja sama dengan Amerika Serikat akan segera dihancurkan,” lapor kantor berita Fars mengutip komando militer pusat Iran.

Media tersebut menyebut lebih dari 15 ledakan mengguncang Pulau Kharg dengan target termasuk sistem pertahanan udara, pangkalan angkatan laut, menara kontrol bandara, dan hanggar helikopter.

Militer Amerika Serikat mengatakan telah menghancurkan fasilitas penyimpanan rudal dan ranjau laut.

Beberapa hari sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel, Iran meningkatkan ekspor minyak dari Pulau Kharg hingga mendekati rekor lebih dari 3 juta barel per hari, menurut analis JPMorgan Chase & Co. dalam catatan riset.

Serangan terhadap fasilitas minyak di Kharg “akan segera menghentikan sebagian besar ekspor minyak mentah Iran dan kemungkinan memicu pembalasan besar di Selat Hormuz atau terhadap infrastruktur energi regional,” tulis analis JPMorgan.

(bbn)

No more pages