Untuk bahan bakar penerbangan avtur, ketahanan stok nasional tercatat 38,15 hari atau melampaui batas minimum 26 hari.
Sementara itu, untuk gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), ketahanan stok nasional mencapai 15,66 hari di atas batas minimum 11,4 hari.
Kemudian, minyak tanah atau kerosin memiliki ketahanan stok nasional sebesar 23,15 hari.
“Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insyaallah aman Bapak,” ungkap Bahlil.
Sebelumnya, stok operasional BBM, avtur, hingga LPG milik PT Pertamina (Persero) per 9 Maret 2026 dalam kondisi terjaga atau di atas standar kecukupan nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan stok Pertalite (RON 90) tercatat sebesar 2.021.505 kiloliter (Kl) dengan rencana penyaluran harian atau daily objective throughput (DOT) mencapai 81.964 Kl per hari, sehingga ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) berada di level 25,09 hari, di atas batas minimum 18,2 hari.
Untuk Pertamax (RON 92), stok nasional tercatat 622.846 Kl dengan penyaluran 24.004 Kl per hari dan ketahanan stok 26,56 hari. Stok Pertamax tersebut lebih tinggi dari batas minimum 19,9 hari.
Sementara Pertamax Turbo (RON 98) memiliki stok 37.959 Kl dengan penyaluran 1.596 Kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 23,26 hari, sedikit di atas batas minimum 22,3 hari.
Lebih lanjut, pada BBM jenis Solar (CN 48), stok nasional tercatat 1.360.279 Kl dengan penyaluran harian 86.227 Kl, menghasilkan ketahanan stok 16,28 hari. Stok Solar CN 48 hampir setara dengan batas minimum 16,3 hari.
Sedangkan Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 83.383 Kl dengan penyaluran 1.979 Kl per hari dan ketahanan stok mencapai 44,43 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari.
Untuk bahan bakar penerbangan avtur, stok nasional tercatat 529.861 Kl dengan penyaluran 13.998 Kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 38,42 hari, melampaui batas minimum 26 hari.
Adapun untuk LPG, stok nasional tercatat 297.330 metrik ton (MT) dengan penyaluran 25.887 MT per hari, menghasilkan ketahanan stok 11,51 hari, sedikit di atas batas minimum 11,4 hari.
Sementara minyak tanah atau kerosin memiliki stok 29.701 Kl dengan penyaluran 1.521 Kl per hari dan ketahanan stok 19,30 hari.
Adapun, saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) yakni 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.
Di tengah potensi pengetatan pasokan dan melonjaknya harga komoditas migas, pemerintah akhirnya berencana membangun fasilitas penyimpanan atau storage minyak mentah untuk menambah umur cadangan operasional nasional.
Adapun, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN), komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra, sehingga sumbernya terdiversifikasi.
Antara lain Nigeria sekitar 25%, Angola 21%, Arab Saudi sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, AS, dan Malaysia.
Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.
(azr/ros)

























