Selanjutnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun sejak periode 13 Maret hingga 25 Maret 2026 guna memastikan kecukupan kebutuhan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idulfitri 2026.
Sebagai catatan saja, realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama untuk Lebaran 2025 (24 Maret - 9 April 2025) yakni sebesar Rp30 triliun.
"Kami berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. BTN telah menyiapkan likuiditas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani dengan optimal," kata Corporate Secretary BTN Ramon Armando.
Detailnya dari total dana tunai yang disiapkan, BTN mengucurkan sekitar Rp14,55 triliun atau 63% untuk kebutuhan kas di seluruh outlet BTN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan sekitar Rp8,63 triliun atau 37% dari total dana akan digunakan untuk pengisian mesin ATM dan CRM BTN yang tersebar di berbagai wilayah.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,97 triliun untuk periode 11-24 Maret 2026 atau naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp21 triliun. Dana tersebut terdiri dari Rp16,64 triliun untuk pengisian ATM dan Cash Recycle Machine (CRM), serta Rp7,33 triliun untuk kebutuhan transaksi di kantor cabang.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan penyediaan likuiditas ini telah disesuaikan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
"BNI memastikan kesiapan likuiditas dan jaringan layanan agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama periode Ramadan dan Idul Fitri," kata Okki dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (9/3/2026).
Di samping itu, BNI juga memperkirakan kebutuhan uang tunai mencapai sekitar Rp1,71 triliun per hari selama periode tersebut.
Selain itu, BNI juga mengoperasikan kantor cabang secara terbatas pada 20 Maret 2026 sebanyak 23 outlet dan pada 23 Maret 2026 sebanyak 32 outlet untuk mendukung layanan selama libur lebaran. Di sisi digital, BNI terus mendorong pemanfaatan aplikasi Wondr by BNI yang hingga akhir Februari 2026 telah digunakan oleh 12,7 juta nasabah.
"Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang optimal melalui sinergi jaringan fisik dan digital agar kebutuhan perbankan nasabah selama periode mudik dan Idul Fitri tetap terpenuhi dengan baik," ungkapnya.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyiapkan uang tunai yang lebih besar, yakni sekitar Rp44 triliun untuk pengisian ATM dan CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026 untuk 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia.
Nilai tersebut meningkat sekitar 5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp41,9 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari, seiring meningkatnya transaksi masyarakat selama Ramadan hingga puncak arus mudik dan Lebaran.
"Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal," kata Adhika.
Untuk memastikan kelancaran transaksi non-tunai selama periode puncak Lebaran, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18 hingga 25 Maret 2026, atau sekitar Rp2,5 triliun per hari.
Di sisi lain, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mengalokasikan dana tunai sekitar Rp45 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama periode Ramadan hingga libur Lebaran yang akan ditempatkan di mesin ATM, dan kas cabang operasional.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menuturkan, selama periode 14–24 Maret 2026, BSI juga menyiapkan layanan operasional terbatas di 162 kantor cabang di berbagai wilayah yang diproyeksikan memiliki kebutuhan transaksi langsung di kantor cabang.
"Menjelang libur Idul Fitri 1447 H, BSI memastikan seluruh kanal layanan siap melayani kebutuhan nasabah kapan pun dan di mana pun. Kami mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND, BSI Call 14040, lebih dari 6.000 unit ATM dan CRM, sekitar 126 ribu BSI Agen, serta jaringan pembayaran melalui BSI QRIS dan EDC yang dapat diakses secara realtime," kata Anggoro.
Sekadar catatan, pada tahun lalu, BSI menyediakan uang tunai senilai Rp42,88 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah jelang Idulfitri. Nilai tersebut naik 14% dari penyediaan pada 2024.
(lav)





























