Subsidi yang pemerintah India rancang tersebut telah membantu mengurangi beberapa kerugian biaya struktural yang dihadapi produsen di India, termasuk kurangnya rantai pasokan yang kuat seperti di China dan tantangan logistik.
Pada 2025, pengiriman dari China, di mana Apple masih memproduksi sebagian besar iPhone, menghadapi hambatan akibat tarif AS terkait perang dagang antara dua kekuatan ekonomi tersebut.
Tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump tersebut mendorong Apple dan pemasoknya untuk memindahkan sebagian besar perangkat yang ditujukan untuk pasar Amerika ke lokasi manufaktur alternatif, dengan India muncul sebagai titik terang utama.
Juru bicara Apple menolak untuk berkomentar.
Meskipun selisihnya telah menyempit, perakitan elektronik dan manufaktur komponen masih lebih mahal di India dibandingkan dengan negara-negara seperti China dan Vietnam. Hal ini mendorong Apple, Samsung Electronics Co., dan perusahaan lain untuk mencari dukungan pemerintah yang lebih besar.
Perusahaan-perusahaan sedang membahas dengan New Delhi putaran insentif lain untuk mendukung pertumbuhan ekspor. Subsidi produksi smartphone India saat ini akan berakhir pada 31 Maret, dan dengan Mahkamah Agung AS membatalkan beberapa bea masuk yang mempengaruhi China, India perlu bertindak cepat untuk tetap kompetitif secara biaya.
Apple, yang bermarkas di Cupertino, California, AS, saat ini merakit semua versi iPhone 17 terbaru di India, termasuk model premium Pro dan Pro Max. Pemasoknya di India, termasuk Foxconn Technology Group, Tata Electronics, dan Pegatron Corp., juga memproduksi model lama seperti iPhone 15 dan iPhone 16 untuk penjualan lokal dan ekspor.
Peningkatan produksi di India menyoroti strategi rantai pasokan jangka panjang Apple untuk membangun basis manufaktur iPhone kedua yang besar guna memenuhi permintaan global. Perusahaan ini memperdalam dan memperluas kemitraan dengan pemasok lokal untuk memproduksi komponen seperti sel lithium-ion, casing jam tangan pintar dan smartphoneserta aksesori seperti AirPods.
Selain di bidang manufaktur, Apple menargetkan peningkatan pangsa pasar di wilayah di mana penjualan telah melampaui US$9 miliar. Perusahaan ini bersiap meluncurkan Apple Pay di India pada akhir tahun ini, dan jaringan ritelnya kini terdiri dari enam toko, yang menunjukkan pentingnya negara ini tidak hanya sebagai pusat produksi tetapi juga sebagai pasar konsumen yang tumbuh pesat.
(bbn)





























