Pelaku pasar tengah bersiap menghadapi fluktuasi perdagangan lanjutan, bukan hanya karena masih memanasnya ketegangan Iran vs Israel melainkan juga faktor ketidakpastian makroekonomi. Secara historis, aset kripto cenderung bergerak sejalan dengan saham selama periode tekanan makroekonomi.
Jika kenaikan harga minyak dunia belum dapat direm bakal mendorong kekhawatiran inflasi dan berpotensi menunda pemotongan suku bunga. Alhasil dapat memperketat kondisi keuangan bagi aset spekulatif.
Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya di Truth Social, telah menekankan tensi perang bakal mengerek harga minyak dalam jangka pendek. Ia mengeklaim Iran sebagai sumber konflik harus segera diatasi, khususnya persenjataan nuklir.
Harga minyak yang sudah menembus US$100 berdampak pada kenaikan kemungkinan krisis di pasar Amerika dari 20% ke 35% berdasarkan analis senior Ed Yardeni, yang menyebutkan bahwa AS ada posisi sulit mengingat peperangan Iran yang masih terus terjadi.
“Jika krisis minyak berlanjut, mandat ganda The Fed akan terjepit antara risiko inflasi yang meningkat dan pengangguran yang naik,” jelas dia seperti dilaporkan Coindesk, Senin. Konstelasi macam ini mungkin bisa menyebabkan penurunan lebih dalam atas aset kripto, bukan hanya Bitcoin.
Pergerakan altcoin sementara itu relatif 'hijau' dibandingkan posisi hari Minggu seperti Ether +2,1% ke jalur US$1.990, Doge +1,1% ke US$0,09, Solana +1,3% ke US$83,67. Selanjutnya BNB +1% ke US$624. Justru XRP mencatat tipis 0,6% ke US$1,35.
(mef/wep)































