Logo Bloomberg Technoz

Argumentasi ini merujuk pada hadis yang secara eksplisit menyebutkan takaran makanan sebagai bentuk pembayaran. Pendekatan tersebut dinilai lebih sesuai dengan praktik pada masa Rasulullah.

Sementara itu, mazhab yang mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah membolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang yang senilai. Pandangan ini mempertimbangkan aspek kemaslahatan penerima zakat yang dinilai lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan beragam.

Sikap MUI dan Ketentuan di Indonesia

Majelis Ulama Indonesia dalam sejumlah fatwanya juga menyebutkan bahwa pembayaran zakat fitrah dengan uang diperbolehkan sepanjang nilainya setara dengan harga makanan pokok yang wajib dikeluarkan.

Dengan demikian, pembayaran zakat fitrah dalam bentuk beras maupun uang sama-sama memiliki landasan fikih. Jika mengutamakan kesesuaian tekstual dengan praktik pada masa Rasulullah, maka penunaian dalam bentuk makanan pokok dinilai lebih mendekati sunnah.

Namun jika mempertimbangkan aspek kemanfaatan dan efektivitas distribusi, pembayaran dalam bentuk uang juga dibolehkan menurut sebagian pandangan ulama.

Besaran Zakat Fitrah 1447 H

Besaran zakat fitrah mengacu pada satu sha’ makanan pokok. Dalam konversi yang berlaku di Indonesia, satu sha’ setara dengan sekitar 2,5 kilogram hingga 3 kilogram beras per jiwa.

BAZNAS setiap tahun menetapkan nilai zakat fitrah dalam bentuk uang berdasarkan harga beras konsumsi yang berlaku di masing-masing daerah. Karena harga beras berbeda antarwilayah, nominal zakat fitrah dalam bentuk uang juga dapat berbeda.

Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, BAZNAS menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa. Nilai tersebut disetarakan dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium, dengan mempertimbangkan harga rata-rata beras kelas menengah di pasaran.

Siapa yang Wajib Membayar

Pertanyaan mengenai siapa saja yang wajib membayar zakat fitrah berkaitan dengan syarat wajib yang telah dirumuskan ulama fikih. Zakat fitrah diwajibkan atas setiap Muslim yang hidup saat terbenam matahari pada akhir Ramadan.

Syarat lainnya adalah memiliki kelebihan makanan pokok untuk diri dan tanggungannya pada malam dan hari raya serta berada dalam kondisi mampu secara ekonomi menurut standar kebutuhan dasar.

Kepala keluarga bertanggung jawab membayarkan zakat fitrah bagi anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, termasuk anak-anak. Bayi yang lahir sebelum matahari terbenam pada akhir Ramadan juga wajib ditunaikan zakatnya oleh wali.

Sebaliknya, seseorang yang meninggal sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan tidak lagi terkena kewajiban zakat fitrah.

Waktu Terbaik Menunaikan Zakat

Waktu terbaik membayar zakat fitrah adalah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Para ulama membagi waktu pembayaran menjadi beberapa kategori yang perlu diperhatikan umat Islam.

Waktu Wajib

Sejak terbenam matahari pada akhir Ramadan hingga menjelang salat Id.

Waktu Utama

Sebelum salat Id dilaksanakan, sebagaimana praktik para sahabat.

Waktu Makruh

Setelah salat Id tanpa alasan yang dibenarkan.

Dalil mengenai waktu ini merujuk pada praktik sahabat yang menunaikan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk salat Ied. Pembayaran setelah salat Ied tetap wajib ditunaikan, namun statusnya menjadi qadha dan tidak lagi bernilai sebagai zakat fitrah yang sempurna dari sisi waktu.

Ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kewajiban ini agar tujuan zakat fitrah sebagai penyuci jiwa dan penolong fakir miskin pada hari raya dapat tercapai.

(seo)

No more pages