Logo Bloomberg Technoz

Di antara kondisi ini, pasar agaknya mengharapkan data-data ekonomi solid dapat jadi peredam kondisi geopolitik yang semakin memanas ini. 

Dari China, Kongres Rakyat Nasional (NPC) China yang dimulai 5 Maret akan mengumumkan Rencana Lima Tahun 2026–2030 yang baru dan menetapkan arah kebijakan luas untuk tahun ini.

Sementara itu, PMI Februari akan menjadi rilis data besar pertama setelah libur Imlek sembilan hari, dan kemungkinan terlihat lemah. Hal ini terutama mencerminkan penutupan aktivitas selama libur yang membebani sektor manufaktur, konstruksi, dan sebagian jasa. Indeks RatingDog yang berorientasi ekspor kemungkinan juga melemah, tetapi tetap berada di zona ekspansi.

PDB Australia kuartal IV diperkirakan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil namun moderat, terutama ditopang oleh belanja konsumen dan aktivitas perumahan.

Pertumbuhan kemungkinan akan bergerak dalam lintasan serupa pada kuartal mendatang, meskipun momentum di sektor-sektor tersebut dapat mereda setelah kenaikan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) pada Februari.

Sementara Bank Negara Malaysia (BNM) diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakan. Pertumbuhan tetap tangguh meski ada tekanan eksternal, dan inflasi relatif jinak, sehingga bank sentral belum memiliki alasan kuat untuk mengubah sikap kebijakan saat ini.

Inflasi Februari di Indonesia, Pakistan, dan Filipina diperkirakan meningkat. Sementara itu, Taiwan dan Korea Selatan kemungkinan mencatat inflasi yang relatif terkendali, dengan efek basis dan faktor musiman menjadi pendorong utama pergerakan bulanan.

Berikut kalender ekonomi sepekan yang dapat jadi rujukan:

Senin, 2 Maret

Sejumlah negara akan memaparkan data inflasi, di antaranya: Pakistan dan Indonesia. 

Inflasi Pakistan kemungkinan naik 7,3% secara tahunan pada Februari, dari 5,8% pada Januari. Sementara, inflasi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 4,39% secara tahunan pada Februari, dari 3,55% pada Januari, melampaui batas atas target bank sentral.

Selasa, 3 Maret

Indonesia lewat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp33 triliun untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2026, dengan target maksimal hingga 150% dari target indikatif. 

Korea Selatan akan merilis data hasil riset S&P Indeks PMI Manufaktur. Indeks PMI Manufaktur Korea Selatan tercatat naik menjadi 51,2 pada Januari 2026, dari 50,1 pada bulan sebelumnya. Angka ini menandai kembalinya penguatan aktivitas manufaktur di Korea Selatan. 

Rabu, 4 Maret

Korea Selatan akan memaparkan data produksi industri yang kemungkinan tercatat melambat pada Januari, sebagai bentuk normalisasi setelah lonjakan Desember. Sektor industri semikonduktor tetap jadi penopang utama, dengan dukungan ekspor chip yang naik lebih dari 100% secara tahunan seiring boom investasi AI global.

Australia akan merilis data pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan sebesar 0,5% secara kuartalan, lebih tinggi dari kuartal III-2025 yang hanya tumbuh 0,4%. 

Dari China, PMI Manufaktur akan dirilis dan diperkirakan turun 49,1% dari 49,3 selama dua bulan berturut-turut. PMI non-manufaktur juga diproyeksikan susut menjadi 49,3 dari 49,4. 

Kamis, 5 Maret

Filipina akan merilis data inflasi yang diprediksi naik menjadi 2,3% secara tahunan dari 2%. 

Malaysia dijadwalkan mengumumkan tingkat suku bunga acuan di level 2,75%. Pertumbuhan 2025 relatif solid meski terdampak tarif AS. 

AS akan mengumumkan data kinerja ekspor-impor baik secara bulanan maupun tahunan. Selain itu, AS juga akan merilis data klaim awal pengangguran (initial jobless claims) yang diprediksi sebanyak 215.000, yaitu jumlah orang yang baru pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran. 

Jumat, 6 Maret 

Bank Indonesia akan mengumumkan cadangan devisa pada bulan Februari setelah bulan sebelumnya tercatat di US$154,6 miliar, setara dengan 6,1 pembayaran impor dan utang luar negeri. 

Korea Selatan dan Taiwan akan mengumumkan tingkat inflasi. Korea Selatan diproyeksikan akan mengalami inflasi sebesar 2,2% naik dari 2% secara tahunan, sedikit di atas target bank sentral. 

Sementara Taiwan kemungkinan akan mengalami inflasi 1,5% secara tahunan naik dari 0,69%, karena efek basis. 

Dari AS, sejumlah data ekonomi lainnya akan dirilis seperti: tingkat penjualan kendaraan, data penjualan ritel, dan data tingkat pengangguran. 

(dsp/aji)

No more pages