Ia pun menekankan bahwa keberagaman bukan lah faktor pemisah, melainkan kekuatan yang mempersatukan bangsa. Festival yang diselenggarakan oleh pemerintah ini merupakan sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam merawat harmoni sosial dan memperkuat persaudaraan antarwarga.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perayaan Imlek sebagai momentum refleksi nilai-nilai kebajikan, rasa syukur, serta harapan akan masa depan yang lebih adil dan setara.
"Semoga menjadi momentum untuk semakin memperarat persatuan dan keadilan sosial, sehingga tidak ada lagi kemiskinan dan ketimpangan yang memisahkan kita, serta saling berbagi rezeki," ujarnya.
Menutup sambutannya, Nasaruddin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 kepada masyarakat Tionghoa di seluruh Indonesia. "Semoga cahaya lentera Imlek terus menyala sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan kebahagiaan sekaligus menyatu dengan cahaya iman di bulan Ramadan," tutupnya.
(seo)





























