Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi pasar energi karena seperlima pengiriman minyak dan gas alam dunia melaluinya setiap hari.
Kantor berta Iran Tasnim yang menyebut selat itu praktis ditutup, mengatakan Pasukan Penjaga Revolusi Iran memperingatkan kepada kapal-kapal bahwa Hormuz tidak aman.
Gangguan lalu lintas kapal-kapal yang berkepanjangan akan berdampak besar pada perdagangan minyal global. Pasar minyak tutup pada Sabtu dan Minggu sehingga sulit menganalisis bagaimana para trader menghitung risiko. Namun, satu pedagang ritel milik IG Group Ltd. menetapkan harga Wets Texas Intermediate 8% lebih tinggi pada Sabtu (28/2/2026).
Para trader juga mengamati gangguan lebih luas, seperti dampak serangan balasan Iran dan apakah ada pelabuhan yang ditutup. Beberapa dari mereka mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan situasi pasar pada pembukaan perdaganga minggu depan karena ketidakpastian saat ini.
Sejumlah kapal tanker minyak berhenti di dua ujung selat Hormuz, tiga diantaranya menghentikan perjalanan keluar dari Teluk Persia dan satu iring-iringan kapal berjumlah setidaknya 8 tanker terhenti di Teluk Oman dalam dua minggu belakangan. Kapal-kapal lain membatalkan perjalanan ketika berada di tengah selat itu.
Teluk Hormuz juga merupakan rute transit penting untuk LNG. Setidaknya tiga kapal tanker pengangkut gas dari dan menuju Qatar menghentikan perjalanan untuk menghindari selat itu. Qatar adalah eksportir LNG kedua terbesar dunia, dengan memasok hingga 20% kebutunan dunia tahun lalu. Teluk ini penting untuk mencapai pasar gas di Asia dan Eropa.
(bbn)
























