Logo Bloomberg Technoz

Kampanye militer ini berpotensi menjadi momen penentu bagi Trump, dengan risiko perang kawasan berkepanjangan yang dapat memicu lonjakan harga energi serta korban dari pihak AS menjelang pemilu sela pada November. Iran segera merespons dengan menembakkan rudal ke Israel, pangkalan militer AS, serta negara-negara Teluk Persia termasuk pusat keuangan Dubai. Sejumlah negara di kawasan menutup wilayah udaranya.

AS dan Israel memulai serangan pada Sabtu dengan tujuan “menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran,” kata Trump dalam video di platform Truth Social. Ia juga menyerukan langsung kepada rakyat Iran:

“Saat kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda selama beberapa generasi.”

Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain  yang menjadi tuan rumah pasukan AS  melaporkan serangan dari Iran, sebagian besar berhasil mereka tangkal. Arab Saudi menyatakan mencegat rudal Iran di atas Riyadh dan wilayah timur yang menjadi lokasi sebagian besar ladang minyak kerajaan.

Militer Israel mengatakan jet tempurnya menargetkan sekitar 500 sasaran, termasuk sistem pertahanan udara dan peluncur rudal, yang secara signifikan melemahkan kemampuan ofensif Iran.

Pasukan AS berhasil mempertahankan diri dari ratusan serangan rudal dan drone Iran, kata Komando Pusat AS, seraya menambahkan tidak ada laporan korban atau luka terkait pertempuran dari pihak AS.

Sasaran serangan meliputi fasilitas komando Korps Garda Revolusi Islam, pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta pangkalan udara militer. Kampanye ini juga mencakup penggunaan tempur pertama drone serangan satu arah berbiaya rendah, menurut Centcom.

Media Iran melaporkan serangan terhadap lokasi pertahanan dan sipil, termasuk satu serangan di sebuah sekolah di Hormozgan yang menewaskan 64 orang. Beberapa ledakan besar juga dilaporkan terjadi di Teheran. Televisi Iran menyebut 201 orang tewas dan 747 luka-luka akibat serangan.

Risiko terhadap pasar energi global menjadi sorotan ketika kapal tanker minyak dan gas semakin menghindari Selat Hormuz, jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas. Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut jalur tersebut secara efektif ditutup, sementara Garda Revolusi memperingatkan kapal bahwa melintasi Hormuz tidak aman.

Respons Iran melampaui serangan balasannya terhadap serangan udara Israel pada Juni lalu, baik dari sisi skala maupun kecepatan, karena Teheran memandang konflik ini sebagai ancaman eksistensial bagi pemerintahan yang lahir dari Revolusi Islam 1979.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi melakukan pembicaraan dengan mitranya di Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Irak, mendesak mereka mencegah AS dan Israel menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.

Prospek perang kawasan selama berminggu-minggu menjadi skenario terburuk bagi sekutu AS di Teluk seperti UEA, Arab Saudi, dan Qatar. Mereka sebelumnya mendorong solusi diplomatik atas kebuntuan terkait program nuklir Iran, karena khawatir kekacauan dan penutupan penerbangan akan menghantam ekonomi, pariwisata, dan investasi asing.

Presiden UEA Mohamed bin Zayed dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga melakukan pembicaraan via telepon untuk membahas situasi tersebut.

Di tengah kemungkinan serangan akibat penumpukan militer AS di Timur Tengah, harga minyak telah naik hampir 20% sepanjang tahun ini. Minyak Brent naik 2,5% menjadi US$72,48 per barel pada Jumat, penutupan tertinggi sejak Juli. Pasar minyak tutup pada akhir pekan.

Trump mengatakan operasi militer dimulai setelah Iran menolak meninggalkan program senjata nuklir, yang berulang kali dibantah Teheran.

Serangan terjadi dua hari setelah delegasi Iran dan AS bertemu di Swiss untuk putaran ketiga perundingan terkait aktivitas nuklir Republik Islam. Iran sebelumnya menyatakan optimistis terhadap arah pembicaraan, namun Trump mengatakan ia tidak puas dengan perkembangannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS mengerahkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade, dengan tujuan yang lebih ambisius dibandingkan serangan terbatas terhadap instalasi nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Selain menuntut Iran menghentikan program nuklirnya, Trump juga berjanji mendukung para demonstran yang menghadapi penindasan mematikan dari otoritas Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Pejabat AS juga meminta Teheran membatasi dukungannya terhadap kelompok proksi di kawasan seperti Hizbullah serta program rudalnya, yang mereka sebut sebagai ancaman utama bagi Israel.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menetapkan status darurat saat mengumumkan serangan pada Sabtu dan mengatakan negaranya memperkirakan serangan balasan berupa drone dan rudal. Sirene berbunyi di seluruh Israel, menurut militer.

OPEC+ akan mempertimbangkan opsi peningkatan pasokan minyak yang lebih besar ketika para anggota kunci bertemu pada Minggu, menyusul serangan Israel tersebut. Kelompok yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia sebelumnya diperkirakan kembali menaikkan produksi secara moderat mulai April setelah pembekuan pasokan selama tiga bulan.

Trump pada Jumat meremehkan kekhawatiran lonjakan harga minyak jika menyerang Iran, dengan mengatakan, “Saya khawatir tentang nyawa manusia. Saya khawatir tentang kesehatan jangka panjang bagi negara ini.”

(bbn)

No more pages