Penyelidikan BMAD
Di sisi lain, Departemen Perdagangan AS juga sedang melakukan penyelidikan bea masuk antidumping (BMAD) secara bersamaan terhadap panel surya dari India, Indonesia, dan Laos.
Lebih lanjut, Departemen Perdagangan AS mengungkapkan penyelidikan dilakukan atas permohonan yang diajukan oleh Asosiasi Produsen Panel Surya AS yang anggotanya turut meliputi Hanwha Q CELLS USA Inc., First Solar Inc., serta Mission Solar Energy LLC.
Sekadar tambahan, perusahaan India dikenakan tarif bea masuk antisubsidi sebesar 125,87%. Sementara itu, Laos diganjar sebesar 80,67%.
Berdasarkan data Departemen Perdagangan AS, berikut besaran impor panel surya yang dilakukan AS dari Indonesia:
2022:
- Volume: 499,11 juta watt
- Nilai: US$177,53 juta
2023:
- Volume: 521,85 juta watt
- Nilai: US$ 171,94 juta
2024:
- Volume: 1,80 miliar watt
- Nilai: US$ 415,20 juta
(azr/wdh)
No more pages
































