Logo Bloomberg Technoz

Ia juga mengingatkan pengalaman krisis pangan global pada periode El Nino 2023–2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras. Menurutnya, Indonesia tidak boleh kembali bergantung pada impor, sehingga perluasan areal tanam melalui cetak sawah baru menjadi langkah krusial.

"Kondisi iklim ekstrem bukan lagi pilihan, ini kewajiban kita untuk bersiap. Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah,” tutur dia. "Ini kerja kolaboratif. Semua terlibat, dari pusat sampai lapangan. Karena itu semangat yang sama harus kita jaga untuk menuntaskan target cetak sawah."

Kementan sendiri sejak 2025 lalu melanjutkan program swasembada pangan, yang salah satunya adalah cetak sawah menjadi 275 hektare (Ha) dari sebelumnya 225 Ha.

Program tersebut turut membuat anggaran Kementan naik menjadi Rp44,64 triliun untuk tahun anggaran 2026.mdibandingkan 2025 yang masih tercatat sebesar Rp29,37 triliun.

Selain perluasan cetak sawah, otoritas pertanian negara juga berencana menambahkan bantuan benih jagung dari 300 Ha menjadi 1 juta Ha; serta pengembangan sejumlah komoditas strategis seperti kakao, kelapa, kopi, hingga kedelai dan gandum. 

(ain)

No more pages