Logo Bloomberg Technoz

Ketua YMSM, Saleh Husin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa mushaf cetak tetap memiliki peran penting. Ia menyebutkan bahwa keberadaan Alquran fisik belum tergantikan sepenuhnya oleh bentuk digital, terutama untuk daerah dengan keterbatasan akses teknologi.

“Karena kemudahan dan daya tahannya, khususnya dalam penggunaan di kawasan terdepan serta terluar,” ujarnya.

Sejak 2008, program wakaf Alquran YMSM telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Dengan dukungan APP Group, sebanyak 1,4 juta mushaf telah disebarluaskan ke pelosok negeri.

Distribusi tersebut melibatkan beragam mitra, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, hingga lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci pemerataan akses terhadap kitab suci di wilayah yang sulit dijangkau.

Dalam acara di Markas Komando Koarmada RI, hadir pula Komandan Kolinlamil Laksda TNI Rudhi Aviantara serta jajaran pimpinan Komando Armada RI. Dari pihak yayasan, tampak Dewan Pengawas YMSM Achmad Rusdi mendampingi proses serah terima.

Marsetio yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut periode 2012 hingga 2014 mengungkapkan bahwa pola distribusi melalui TNI AL sudah pernah dilakukan sebelumnya. Pada 2021 dan 2024, penyaluran mushaf juga melibatkan Koarmada I di Tanjung Pinang, Koarmada II di Surabaya, dan Koarmada III di Sorong.

Kolaborasi tersebut dinilai efektif menjangkau daerah terpencil yang hanya bisa diakses melalui jalur laut. Kehadiran armada laut memungkinkan distribusi berjalan lebih cepat dan merata, terutama ke pulau kecil di kawasan perbatasan.

Wakaf Juga Disalurkan ke Muhammadiyah

(Dok. Ist)

Sehari sebelum kegiatan di Koarmada RI, YMSM juga menyalurkan lebih dari 1.000 mushaf kepada Muhammadiyah. Penyerahan berlangsung dalam acara silaturahim di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten.

Saleh Husin bersama Direktur APP Group Agus Wahyudi menyerahkan mushaf kepada Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief. Acara tersebut turut disaksikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika UMT.

Melalui Muhammadiyah, mushaf yang diwakafkan akan diteruskan ke masjid, lembaga pendidikan, dan majelis taklim di berbagai daerah. Skema ini memperluas jangkauan distribusi hingga ke komunitas akar rumput.

YMSM menyatakan bahwa program wakaf Alquran merupakan agenda rutin tahunan yang melibatkan berbagai pilar usaha di bawah naungan Sinar Mas. Program ini tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga memperkuat nilai keislaman di lingkungan internal perusahaan.

Secara internal, yayasan berperan mewadahi praktik keislaman yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih di lingkup Sinar Mas. Nilai tersebut diharapkan menjadi energi untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus produktivitas kerja.

Sementara secara eksternal, YMSM aktif mendorong silaturahim dan sinergi dengan berbagai tokoh serta lembaga melalui kegiatan sosial dan pendidikan. Wakaf Alquran menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi tersebut.

Melalui kolaborasi dengan TNI AL dan Muhammadiyah, YMSM berharap mushaf yang disalurkan dapat memperkuat kegiatan ibadah umat Islam, khususnya di bulan Ramadan. Akses terhadap Alquran dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas spiritual masyarakat.

Langkah ini juga mencerminkan upaya memperkuat kehadiran negara dan elemen masyarakat sipil di wilayah terluar. Dengan distribusi yang tepat sasaran, wakaf diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi pembinaan keagamaan di kawasan perbatasan Indonesia.

(tim)

No more pages