Logo Bloomberg Technoz

Saat ditanya soal tambahan suntikan likuiditas Kemenkeu, Kemas menyebut BSI siap menerima tambahan dana SAL tersebut jika Purbaya menambahnya. Toh, injeksi dana Rp10 triliun itu dapat disalurkan BSI 100% hanya dalam waktu satu bulan. 

Diketahui, BSI hanya mendapat jatah Rp 10 triliun atau suntikan dana terkecil dibandingkan bank Himbara lainnya.

“Kalau BSI sih senang-senang saja. Jadi kita prinsip siap lah kalau memang ada amanah dari pemerintah BSI prinsipnya siap,” imbuhnya. 

Di sisi lain, Kemas memandang perpanjangan penempatan dana SAL tersebut seharusnya dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan BSI hingga double digit di tahun ini. Dia pun optimistis tahun ini dapat meningkatkan penetrasi ke market.

Kemas menuturkan hingga saat ini BSI menyalurkan dana SAL tersebut mayoritas ke segmen pro rakyat, seperti usaha kecil dan menengah, mikro (UKM) hingga konsumer. 

Sudah, sudah lebih dari 100% tapi kan itu dananya kan berputar kan maksudnya sudah ada, itu kan sudah lebih berapa Waktu itu cuma sebulan aja sudah terserap Iya sudah terserap, tapi kan artinya dana itu kan ada pembayaran pokok terus kita salurkan lagi segala macam 

Hingga Desember 2025, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun atau tumbuh 14,49% secara tahunan. Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan ke segmen pro rakyat, seperti usaha kecil dan menengah, mikro, konsumer, serta pembiayaan komersial di sektor pendidikan dan kesehatan. Penyaluran juga menyasar aparatur sipil negara dan BUMN.

Sementara total outstanding pembiayaan pada segmen pro rakyat mencapai Rp285,70 triliun atau sekitar 90% dari total pembiayaan. 

Sebelumnya, Purbaya memperpanjang penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di Bank Himbara sampai September atau 6 bulan lebih lama dari jatuh tempo 13 Maret 2026 mendatang. Hal itu dilakukan guna menjaga likuiditas dan mendukung pertumbuhan kredit.

"Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo di 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan. Jadi bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar," ujarnya di konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Senin (23/2/2026). 

Menurutnya, dengan penempatan dana pemerintah yang lebih lama di perbankan itu, maka Himbara akan lebih bersemangat menyalurkan kredit dan mencari debitur dengan menjalankan prinsip kehati-hatian. 

Purbaya menuturkan Himbara tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan memperpanjang penempatan dananya dengan demikian mencapai satu tahun lamanya.  

"Dengan pernyataan barusan saya tegaskan hal itu tidak akan terjadi kami akan evaluasi kembali September nanti enam bulan setelah diperpanjang," jelas dia. 

Diketahui, Purbaya telah menyuntikkan likuiditas ke sejumlah perbankan sebesar Rp200 triliun pada September 2025 yakni ke Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing sebesar Rp55 triliun; BTN sebesar Rp25 triliun; dan BSI Rp10 triliun.

Beberapa bulan setelahnya dia menambahkan Rp76 triliun ke Mandiri, BNI, BRI dan Bank Jakarta. Namun, dana tersebut itu ditarik kembali olehnya untuk membiayai belanja pemerintah di akhir tahun.

(lav)

No more pages