Logo Bloomberg Technoz

Layanan kereta api dan bus juga terpangkas akibat ancaman tumpukan salju setebal 18 hingga 20 inci yang menyelimuti wilayah dari Philadelphia hingga Maine.

"Tidak ada yang bisa masuk atau keluar dari Kota New York," ujar Frank Pereira, peramal cuaca senior di Pusat Prediksi Cuaca AS. "New Jersey, Long Island, New York City, dan bagian selatan New England akan menerima dampak terberat dari hujan salju ini."

Badan Cuaca Nasional (NWS) memperkirakan New York bisa tertimbun salju lebih dari 20 inci. Mamdani bahkan menyebut beberapa wilayah mungkin mencapai 28 inci. Jika salju turun lebih dari 14,8 inci dalam 24 jam, badai ini akan masuk dalam 10 besar badai terdahsyat di New York. Sebagai perbandingan, rekor tertinggi dalam sehari di kota ini adalah 27,3 inci yang terjadi pada 23 Januari 2016.

"Ini adalah kondisi badai salju. Kota New York belum pernah menghadapi badai skala ini dalam sepuluh tahun terakhir," tegas Mamdani. "Kami telah mengaktifkan tim penyelamat air tambahan jika terjadi banjir parah."

Selain salju tebal, angin diperkirakan akan berhembus hingga 80 km/jam di New York City dan mencapai 112 km/jam di sepanjang pesisir pantai. NWS menetapkan badai ini pada level tertinggi dari skala lima poin dampak cuaca musim dingin. "Perjalanan sangat tidak disarankan," peringatan badan tersebut.

Gubernur New York Kathy Hochul telah menetapkan status darurat untuk New York City, Long Island, dan sebagian Hudson Valley. Langkah serupa diambil oleh New Jersey, sementara Gubernur Connecticut Ned Lamont melarang kendaraan komersial melintas mulai Minggu sore.

Gubernur Hochul memperingatkan warga akan potensi pemadaman listrik yang meluas. Sekitar 6.000 petugas utilitas telah disiagakan untuk memulihkan layanan secepat mungkin.

"Sangat berbahaya bagi petugas untuk memanjat tiang dan mempertaruhkan nyawa demi menyalakan listrik saat badai. Jadi, tolong bersabarlah jika listrik padam," ujar Hochul dalam konferensi pers. Ia juga menambahkan bahwa lebih dari 100 anggota Garda Nasional telah dikerahkan, serta 2.000 alat pengeruk salju siap membersihkan jalanan.

"Pukul enam sore ini adalah 'jam keramat' bagi badai ini. Segalanya akan berubah," tambahnya. "Bagian terburuk masih akan datang."

Di Boston, Wali Kota Michelle Wu juga menetapkan status darurat salju dan melarang parkir di jalan-jalan utama. Sekolah, balai kota, hingga perpustakaan akan ditutup pada hari Senin.

Di tengah situasi ini, para pelaku usaha memiliki pandangan berbeda. Kevin Heald, pemilik bar Malt & Mold di Gramercy Park, berencana tetap buka hingga larut malam karena "orang-orang akan ingin mencari tempat berkumpul saat salju turun." Sebaliknya, Oscar Sanabria, pemilik penitipan hewan PetStar, memutuskan untuk tutup pada hari Senin karena para pekerjanya akan kesulitan mencapai lokasi kerja.

Kondisi salju yang meluas di Timur Laut dan es tebal di wilayah Great Lakes diprediksi akan mengunci kawasan tersebut dalam pola cuaca badai selama berminggu-minggu. "Saya rasa butuh waktu hingga April untuk keluar dari pola cuaca seperti ini," ujar pengamat cuaca, Carolan.

(bbn)

No more pages