“Ini bukan target militer, melainkan sebuah pabrik yang telah beroperasi sejak 1990-an, memproduksi merek-merek yang dikenal secara global, mempekerjakan warga Ukraina, serta berkontribusi pada perekonomian kami dan Amerika,” kata Andrii Sybiha.
“Ketika rudal Rusia menghantam lokasi seperti ini, mereka bukan hanya menargetkan Ukraina. Mereka juga menargetkan kepentingan bisnis Amerika di Eropa.”
Serangan-serangan tersebut terjadi setelah perundingan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Genevapekan lalu, yang digelar dalam upaya mencapai kemajuan menuju kesepakatan damai. Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina akan memasuki tahun kelima pada Selasa. Sejumlah isu besar yang belum terselesaikan masih memecah kedua pihak yang bertikai, termasuk tuntutan Rusia untuk diberikan kendali penuh atas sebagian wilayah timur Ukraina yang belum berhasil mereka kuasai dalam pertempuran yang telah berlangsung sejak 2014.
Rusia telah menyerang kota-kota Ukraina dan infrastruktur energi sepanjang musim dingin dengan rudal jelajah dan rudal balistik serta drone bermuatan bahan peledak, membuat jutaan orang tanpa listrik dan pemanas di tengah suhu di bawah nol derajat. Ukraina membalas dengan menyerang fasilitas produksi bahan bakar Rusia, terminal minyak, pelabuhan, dan sebagian jaringan listrik di wilayah selatan serta daerah perbatasan.
Wilayah Zaporizhzhia Oblast di tenggara Ukraina, yang dianeksasi Rusia secara ilegal pada 2022 namun belum sepenuhnya dikuasai, sebagian mengalami pemadaman listrik pada Minggu akibat serangan Ukraina, menurut Yevgeny Balitsky, pejabat yang ditunjuk Moskow untuk memimpin wilayah tersebut.
Secara terpisah, ledakan terdengar semalam di kota besar bagian barat Lviv, dekat perbatasan Ukraina dengan Polandia, anggota Uni Eropa. Ledakan terjadi setelah polisi mendatangi sebuah toko di pusat kota menyusul laporan perampokan, kata gubernur wilayah Lviv, Maksym Kozytskyi, di Telegram.
Seorang polisi tewas dan 23 orang terluka dalam apa yang disebutnya sebagai “serangan teroris,” ujarnya.
I want to commend the efforts of the Security Service of Ukraine, the National Police, and the Office of the Prosecutor General – they neutralized Russian mercenaries preparing assassination attempts against our citizens. These were rather high-profile names, and preventing such… pic.twitter.com/LrPIu0dBEC
— Volodymyr Zelenskyy / Володимир Зеленський (@ZelenskyyUa) February 21, 2026
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu bahwa pasukan keamanan Ukraina telah “menetralisir tentara bayaran Rusia yang tengah mempersiapkan upaya pembunuhan terhadap warga kami.”
Zelenskyy menyebut target dari serangan yang berhasil digagalkan tersebut adalah “nama-nama yang cukup terkenal,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
(bbn)





























