Logo Bloomberg Technoz

Dalam aturan tersebut, libur nasional yang berkaitan dengan perayaan Tionghoa hanya ditetapkan pada Tahun Baru Imlek. Dengan demikian, meski Cap Go Meh memiliki makna penting, kegiatan kerja dan sekolah tetap berlangsung seperti biasa pada tanggal tersebut.

Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Di Indonesia, Cap Go Meh tetap dirayakan secara meriah meskipun bukan hari libur nasional. Perayaan ini biasanya berlangsung di daerah dengan komunitas Tionghoa yang besar, seperti melalui pawai budaya, pertunjukan barongsai, dan kegiatan tradisional lainnya.

Mengutip Portal Informasi Indonesia, Cap Go Meh berawal dari ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa Dinasti Han sekitar abad ke-17. Awalnya perayaan ini hanya dilakukan di lingkungan istana. Setelah masa tersebut berakhir, tradisi Cap Go Meh mulai dikenal luas dan dirayakan oleh masyarakat umum, termasuk etnis Tionghoa di Indonesia dengan berbagai kegiatan budaya yang khas.

Cap Go Meh menjadi simbol penutup perayaan Imlek yang sarat makna kebersamaan dan harapan. Meski bukan hari libur nasional, perayaan ini tetap menjadi bagian penting dalam tradisi dan kekayaan budaya yang terus dilestarikan setiap tahun.

Cap Go Meh 2026 Tinggal 11 Hari

Pemain barongsai beraksi saat perayaan Cap Go meh di SCBD, Jakarta, Rabu (12/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Cap Go Meh 2026 semakin dekat dan menjadi perhatian masyarakat yang ingin memastikan jadwal serta status liburnya. Perayaan ini selalu hadir sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek dengan tradisi yang khas dan penuh makna.

Masyarakat kini mulai menghitung mundur menuju puncak perayaan. Pertanyaan mengenai Cap Go Meh 2026 berapa hari lagi pun ramai dicari, terutama untuk mempersiapkan agenda budaya dan kegiatan komunitas.

Hitung Mundur Menuju 3 Maret 2026

Tanggal Resmi Perayaan

Berdasarkan kalender lunar Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Cap Go Meh 2026 jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026. Perayaan ini berlangsung tepat pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.

Jika dihitung sejak Jumat, 20 Februari 2026, maka perayaan tersebut tinggal 11 hari lagi. Rinciannya terdiri dari delapan hari sisa Februari dan tiga hari di awal Maret hingga tanggal 3.

Momentum ini biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk menyiapkan berbagai pertunjukan budaya. Sejumlah daerah dengan komunitas Tionghoa besar mulai merancang agenda perayaan sejak jauh hari.

Status Libur Cap Go Meh 2026

Tidak Termasuk Tanggal Merah

Mengacu pada Surat Keputusan Bersama SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tanggal 3 Maret 2026 tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Dalam ketentuan tersebut, hari libur yang berkaitan dengan perayaan Tionghoa hanya diberikan saat Tahun Baru Imlek. Artinya, aktivitas kerja dan sekolah tetap berjalan normal saat Cap Go Meh berlangsung.

Meski demikian, perayaan tetap digelar secara meriah di berbagai wilayah. Antusiasme masyarakat tidak surut meskipun bukan hari libur resmi.

Makna dan Sejarah Cap Go Meh

Pemain barongsai dan liong beraksi saat perayaan Cap Go Meh di SCBD, Jakarta, Rabu (12/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jejak Tradisi Sejak Dinasti Han

Mengutip Portal Informasi Indonesia, Cap Go Meh berawal dari ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa Dinasti Han sekitar abad ke-17. Awalnya perayaan ini hanya dilakukan di lingkungan istana.

Setelah masa tersebut berakhir, tradisi Cap Go Meh mulai dikenal luas dan dirayakan oleh masyarakat umum. Di Indonesia, perayaan berkembang dengan sentuhan budaya lokal yang memperkaya tradisi.

Pawai budaya, pertunjukan barongsai, hingga kegiatan tradisional lainnya menjadi daya tarik utama. Cap Go Meh pun menjadi simbol kebersamaan dan harapan setelah rangkaian Imlek.

Meski bukan hari libur nasional, Cap Go Meh 2026 tetap menjadi bagian penting dari kekayaan budaya yang terus dilestarikan setiap tahun.

(rtd/seo)

No more pages