Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan ini terjadi usai harga emas jatuh dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga berkurang 3,26%.

Jadi, sepertinya harga emas dipandang sudah ‘murah’. Aksi ‘serok’ di bawah alias bargain hunting membuat permintaan emas naik sehingga harganya ikut terungkit.

Apalagi likuiditas sedang agak kering, karena pasar keuangan di China libur memperingati Tahun Baru Imlek. Sejumlah negara Asia pun masih tutup lapak.

“Pelaku pasar mengkaji ulang posisi mereka dan likuiditas sedang menipis. Harga emas pun merespons cepat setiap perkembangan, meski trennya secara umum belum berubah,” kata Ewa Manthey, Commodity Strategist di ING Bank, seperti diberitakan Bloomberg News.

(aji)

No more pages