Logo Bloomberg Technoz

Daftar Bauran Kebijakan BI: GWM Turun ke 7%- Perpanjang LTV

Pramesti Regita Cindy
21 October 2026 19:30

RDG Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Pramesti Regita Cindy)
RDG Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Pramesti Regita Cindy)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memaparkan arah bauran kebijakan moneter terbaru usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI edisi Oktober 2026, dengan memutuskan kembali mempertahankan suku bunga acuan BI atau BI Rate di level 5,75%.

Sejalan dengan upaya menahan suku bunga acuan (BI Rate), bank sentral juga turut memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial. 

Yang menarik, BI melakukan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan untuk memperkuat likuiditas rupiah sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi. 


"Penurunan GWM dimaksud melalui penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)," kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam paparannya, Rabu (21/10/2026). 

Jelasnya, GWM rata-rata bank umum konvensional (BUK) diturunkan dari 9% menjadi 7%. Sementara itu, GWM rata-rata bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) dipangkas dari 7,5% menjadi 5,5%.