Logo Bloomberg Technoz

IHSG Sempoyongan Usai Sikap Baru MSCI

Andrean Kristianto
16 October 2026 12:52

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini berlanjut usai trading halt 30 menit dicabut.

IHSG ambles 11,2% hingga menyentuh level 5.199,13 pada Jumat (16/10/2026), sekaligus menjadi yang terendah sejak 2020 atau terlemah dalam enam tahun lebih perdagangan saham.

Sepanjang perdagangan pagi hari ini IHSG makin ambles terjerembab di zona merah, dengan tekanan jual yang makin deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 5.404,5 sampai dengan terendahnya hingga menyentuh 5.193,22.

Pada penutupan perdagangan sesi 1, Jumat (16/10), IHSG berada di level 5.233,00, turun 630,78 poin atau 10,76%.

Ambrolnya IHSG siang hari ini tergencet sentimen terhadap potensi dikeluarkan dari indeks saham global setelah MSCI menyatakan bahwa Indonesia dinilai tidak lagi memenuhi syarat untuk menyandang status pasar Emerging Market.

MSCI saat ini, disebut sedang melakukan konsultasi atas usulan untuk mengklasifikasi ulang Indonesia sebagai pasar mandiri alias Standalone Market. 

Usulan tersebut didasarkan pada kekhawatiran mengenai disfungsi pasar dan minimnya bukti penegakan aturan yang efektif. Perubahan klasifikasi menjadi pasar mandiri berpotensi membuat investor menjual kepemilikan saham di Indonesia. 

(dre)