Logo Bloomberg Technoz

Turki Ajukan Pakta Pertahanan 3 Negara Bersama Saudi dan Pakistan

News
21 October 2026 12:00

Ilustrasi bendera Turki. (Moe Zoyari/Bloomberg)
Ilustrasi bendera Turki. (Moe Zoyari/Bloomberg)

Firat Kozok dan Selcan Hacaoglu - Bloomberg News

Bloomberg, Turki tengah mengupayakan persetujuan parlemen atas pakta pertahanan dengan Arab Saudi dan Pakistan. Kesepakatan ini berpotensi membuka jalan bagi bantuan militer untuk membantu Riyadh mempertahankan diri dari serangan kelompok Houthi.

Pakta yang disebut Aliansi Pertahanan Mekkah itu ditandatangani ketiga negara pada Agustus. Berdasarkan naskah perjanjian yang dilihat Bloomberg News, kesepakatan tersebut mencakup klausul pertahanan bersama. Perjanjian itu diajukan ke parlemen Turki pada Selasa (20/10) untuk diratifikasi.


Serangan drone dan rudal yang semakin intensif oleh kelompok Houthi yang didukung Iran telah menewaskan setidaknya 18 orang di Arab Saudi, membebani kemampuan pertahanan kerajaan tersebut, serta mengancam arus pengiriman energi melalui Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menjadi titik sempit penting bagi perdagangan maritim. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan sebelumnya menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengerahkan pasukan untuk operasi ofensif. Namun, pemerintah belum mengungkapkan bentuk pengerahan pasukan untuk tujuan pertahanan yang mungkin dilakukan.

Perjanjian trilateral tersebut membentuk blok keamanan baru di Timur Tengah. Ratifikasi oleh Ankara dapat memperluas jangkauan militer Turki, yang memiliki kekuatan militer terbesar kedua di antara negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), sekaligus memperbesar peran industri pertahanan negara itu yang terus berkembang. Langkah tersebut berpotensi meningkatkan pengaruh regional Turki serta mempererat hubungannya dengan Arab Saudi yang kaya energi dan Pakistan yang memiliki senjata nuklir.