HILIRISASI MINERAL
Efek Smelter Baru, Kebutuhan Nikel Limonit Diramal Naik pada 2027
Azura Yumna Ramadani Purnama
21 October 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) meramal kebutuhan bijih nikel kadar rendah atau limonit bakal meningkat pada 2027, seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi smelter hidrometalurgi berteknologi high pressure acid leaching (HPAL) yang memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP).
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan kapasitas produksi MHP Indonesia pada akhir 2027 bakal meningkat signifikan melebihi 900.000 metrik ton nikel (Ni).
Sebagai perbandingan, kata Arif, produksi smelter HPAL berupa MHP, nikel sulfat, dan kobalt sulfat mencapai sekitar 450.000 ton Ni.
Kendati begitu, Arif mengaku belum dapat memerinci potensi kenaikan bijih limonit pada tahun depan tersebut.
“Diperkirakan pada akhir 2027 kapasitas produksi MHP di Indonesia akan meningkat signifikan melebihi 900.000 metrik ton nikel. Dengan demikian, akan ada penambahan kebutuhan pasokan bahan baku bijih limonit untuk menopang level produksi sebesar itu,” kata Arif kepada Bloomberg Technoz, Rabu (21/10/2026).






























