Menyusuri Aroma Kopi Nusantara di Basemen Pasar Santa
Andrean Kristianto
28 July 2026 20:36
Bloomberg Technoz, Jakarta - Aroma kopi menyeruak begitu kaki menapaki lantai basemen Pasar Santa, Jakarta Selatan. Di tengah deretan kios, secangkir demi secangkir kopi diseduh tanpa henti. Pengunjung datang silih berganti, bukan hanya untuk membeli biji kopi, tetapi juga menikmati pengalaman mencicipi beragam cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.
Di sudut pasar itu berdiri Dunia Kopi Pasar Santa. Tempat ini menjadi persinggahan para pencinta kopi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Toples-toples berjejer dipenuhi aneka biji kopi Nusantara, sementara para calon pembeli sibuk memilih.
Baca Juga
Bagi Suradi, pemilik Dunia Kopi, kopi bukan sekadar komoditas. Ia ingin menjadikan tokonya sebagai destinasi wisata kopi yang memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia kepada siapa saja yang datang.
"Pengunjungnya ini dari Jepang, Korea, China, Rusia, Jerman. Memang Dunia Kopi disetting untuk wisata kopi dunia, makanya namanya Dunia Kopi," ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Selasa (28/7)
Keinginan itu tampaknya bukan sekadar angan. Hampir setiap hari, wisatawan asing maupun pencinta kopi lokal mampir untuk berburu kopi dari berbagai penjuru Nusantara. Ada yang datang karena penasaran, ada pula yang sudah menjadi pelanggan tetap.
Di balik ramainya pengunjung, angka penjualan yang dicapai pun tidak main-main. Dalam sehari, sedikitnya satu ton kopi bisa terjual dari toko tersebut. Dari penjualan itu, Suradi mengaku mampu meraih omzet hingga ratusan juta rupiah setiap hari.
"Ya lumayan, untuk saat ini bisa dua ratusan," kata pria berusia 52 tahun tersebut.
Meski demikian, Suradi tidak ingin tokonya hanya dikenal sebagai tempat berbelanja. Ia justru ingin setiap orang menikmati kopi terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli. Karena itu, siapa pun bebas meminta barista menyeduhkan kopi yang ingin dicicipi.
"Di sini mau minum kopi sampai kembung juga boleh. Cobain yang mana saja boleh. Memang buat wisata. Kalau namanya wisata, kan orang harus happy," ucapnya sambil tertawa.
Konsep itu membuat suasana di Dunia Kopi terasa lebih akrab. Tak sedikit pengunjung yang akhirnya menghabiskan waktu lebih lama untuk berbincang soal karakter kopi, daerah asalnya, hingga cara penyeduhan yang tepat.
Menariknya, Suradi sengaja memilih membuka usaha di dalam pasar. Menurutnya, pasar memiliki kesan sederhana dan mudah dijangkau semua kalangan. Biaya sewa yang lebih murah juga membuat harga kopi bisa tetap bersahabat.
"Kita bikin di pasar karena sewanya murah, parkirnya gampang, dan orang punya anggapan kalau di pasar pasti murah. Jadi semua masyarakat Indonesia bisa menikmati kopi yang bagus, enak, murah, dan gampang diakses," katanya.
Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Dunia Kopi Pasar Santa justru membuktikan bahwa pengalaman menikmati kopi tidak selalu harus hadir di ruang yang mewah. Dari sebuah kios di basemen pasar, aroma kopi Nusantara terus mengundang orang datang, duduk sejenak, lalu mengenal Indonesia lewat setiap tegukan.
(dre/ain)

























