Logo Bloomberg Technoz

Menyusuri Aroma Kopi Nusantara di Basemen Pasar Santa

Andrean Kristianto
28 July 2026 20:36

Calon pembeli memilih biji kopi di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta, Selasa (28/07/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Calon pembeli memilih biji kopi di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta, Selasa (28/07/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Popularitas kopi terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama di kalangan anak muda hingga orang tua. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Popularitas kopi terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama di kalangan anak muda hingga orang tua. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Minuman yang dahulu identik dengan teman begadang atau pengusir kantuk kini telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Minuman yang dahulu identik dengan teman begadang atau pengusir kantuk kini telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Di antara ramainya tren tersebut, Pasar Santa di Jakarta Selatan menyimpan satu sudut yang tak pernah sepi disambangi pencinta kopi.

Di antara ramainya tren tersebut, Pasar Santa di Jakarta Selatan menyimpan satu sudut yang tak pernah sepi disambangi pencinta kopi.

Hampir setiap hari, wisatawan asing maupun pencinta kopi lokal mampir untuk berburu kopi dari berbagai penjuru Nusantara. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Hampir setiap hari, wisatawan asing maupun pencinta kopi lokal mampir untuk berburu kopi dari berbagai penjuru Nusantara. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Beragam biji kopi dari berbagai penjuru Nusantara dihadirkan ditempat ini. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beragam biji kopi dari berbagai penjuru Nusantara dihadirkan ditempat ini. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Aroma kopi menyeruak begitu kaki menapaki lantai basemen Pasar Santa, Jakarta Selatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Aroma kopi menyeruak begitu kaki menapaki lantai basemen Pasar Santa, Jakarta Selatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengunjung datang silih berganti sebagai tempat persinggahan para pencinta kopi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengunjung datang silih berganti sebagai tempat persinggahan para pencinta kopi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Di tempat ini bukan hanya untuk membeli biji kopi, tetapi juga menikmati pengalaman mencicipi beragam cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tempat ini bukan hanya untuk membeli biji kopi, tetapi juga menikmati pengalaman mencicipi beragam cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Dunia Kopi Pasar Santa membuktikan pengalaman menikmati kopi tidak selalu harus hadir di ruang mewah.

Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Dunia Kopi Pasar Santa membuktikan pengalaman menikmati kopi tidak selalu harus hadir di ruang mewah.

Calon pembeli memilih biji kopi di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta, Selasa (28/07/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Popularitas kopi terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama di kalangan anak muda hingga orang tua. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Minuman yang dahulu identik dengan teman begadang atau pengusir kantuk kini telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Di antara ramainya tren tersebut, Pasar Santa di Jakarta Selatan menyimpan satu sudut yang tak pernah sepi disambangi pencinta kopi.
Hampir setiap hari, wisatawan asing maupun pencinta kopi lokal mampir untuk berburu kopi dari berbagai penjuru Nusantara. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Beragam biji kopi dari berbagai penjuru Nusantara dihadirkan ditempat ini. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Aroma kopi menyeruak begitu kaki menapaki lantai basemen Pasar Santa, Jakarta Selatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung datang silih berganti sebagai tempat persinggahan para pencinta kopi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Di tempat ini bukan hanya untuk membeli biji kopi, tetapi juga menikmati pengalaman mencicipi beragam cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Dunia Kopi Pasar Santa membuktikan pengalaman menikmati kopi tidak selalu harus hadir di ruang mewah.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aroma kopi menyeruak begitu kaki menapaki lantai basemen Pasar Santa, Jakarta Selatan. Di tengah deretan kios, secangkir demi secangkir kopi diseduh tanpa henti. Pengunjung datang silih berganti, bukan hanya untuk membeli biji kopi, tetapi juga menikmati pengalaman mencicipi beragam cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

Di sudut pasar itu berdiri Dunia Kopi Pasar Santa. Tempat ini menjadi persinggahan para pencinta kopi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Toples-toples berjejer dipenuhi aneka biji kopi Nusantara, sementara para calon pembeli sibuk memilih.

Bagi Suradi, pemilik Dunia Kopi, kopi bukan sekadar komoditas. Ia ingin menjadikan tokonya sebagai destinasi wisata kopi yang memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia kepada siapa saja yang datang.

"Pengunjungnya ini dari Jepang, Korea, China, Rusia, Jerman. Memang Dunia Kopi disetting untuk wisata kopi dunia, makanya namanya Dunia Kopi," ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Selasa (28/7)

Keinginan itu tampaknya bukan sekadar angan. Hampir setiap hari, wisatawan asing maupun pencinta kopi lokal mampir untuk berburu kopi dari berbagai penjuru Nusantara. Ada yang datang karena penasaran, ada pula yang sudah menjadi pelanggan tetap.

Di balik ramainya pengunjung, angka penjualan yang dicapai pun tidak main-main. Dalam sehari, sedikitnya satu ton kopi bisa terjual dari toko tersebut. Dari penjualan itu, Suradi mengaku mampu meraih omzet hingga ratusan juta rupiah setiap hari.

"Ya lumayan, untuk saat ini bisa dua ratusan," kata pria berusia 52 tahun tersebut.

Meski demikian, Suradi tidak ingin tokonya hanya dikenal sebagai tempat berbelanja. Ia justru ingin setiap orang menikmati kopi terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli. Karena itu, siapa pun bebas meminta barista menyeduhkan kopi yang ingin dicicipi.

"Di sini mau minum kopi sampai kembung juga boleh. Cobain yang mana saja boleh. Memang buat wisata. Kalau namanya wisata, kan orang harus happy," ucapnya sambil tertawa.

Konsep itu membuat suasana di Dunia Kopi terasa lebih akrab. Tak sedikit pengunjung yang akhirnya menghabiskan waktu lebih lama untuk berbincang soal karakter kopi, daerah asalnya, hingga cara penyeduhan yang tepat.

Menariknya, Suradi sengaja memilih membuka usaha di dalam pasar. Menurutnya, pasar memiliki kesan sederhana dan mudah dijangkau semua kalangan. Biaya sewa yang lebih murah juga membuat harga kopi bisa tetap bersahabat.

"Kita bikin di pasar karena sewanya murah, parkirnya gampang, dan orang punya anggapan kalau di pasar pasti murah. Jadi semua masyarakat Indonesia bisa menikmati kopi yang bagus, enak, murah, dan gampang diakses," katanya.

Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Dunia Kopi Pasar Santa justru membuktikan bahwa pengalaman menikmati kopi tidak selalu harus hadir di ruang yang mewah. Dari sebuah kios di basemen pasar, aroma kopi Nusantara terus mengundang orang datang, duduk sejenak, lalu mengenal Indonesia lewat setiap tegukan.

(dre/ain)