
Saat Pestisida Terlarang di Eropa Meracuni Nigeria
News
08 January 2026 10:59

Abdulwaheed Sofiullahi - Bloomberg Businessweek
(Bloomberg Businessweek) - Selama beberapa generasi, keluarga Abdullahi Yusuf menanam jagung, milet (mirip gandum), dan sayuran di sebidang lahan kering di perbukitan berdebu barat laut, Nigeria. Dari panen itu, ia dapat memenuhi kebutuhan keluarganya dan menjual sisanya di pasar lokal, dengan penghasilan sedikit di atas US$200 (Rp3,3 juta) per bulan.
Namun belakangan, Yusuf mulai mempertanyakan—apakah apa yang selama ini dilakukan merupakan kesalahan yang tragis. Tahun lalu, putrinya yang berusia 12 tahun meninggal dunia akibat leukemia—penyakit yang, menurut Yusuf, dipicu oleh pestisida dan herbisida yang ia gunakan untuk membasmi belalang, kumbang, dan gulma. “Ia hanya memakan makanan yang saya tanam, sendiri” ujar pria berusia 45 tahun itu dengan suara lirih, sambil meremas tanah berdebu di antara jemarinya. “Tanpa saya sadari, saya telah memberinya racun.”

Untuk membuka akses penuh Bloomberg Businessweek Indonesia, silahkan Login atau Register akun Bloomberg Technoz terlebih dahulu
(bbn)













