Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, ada delapan seri Fixed Rate (FR) yang dibuka kembali, mulai tenor 5Y (2031), dan tenor panjang 38Y (2064). 

Begitu juga dengan membuka tenor panjang hingga 2064 mengindikasikan bahwa pemerintah membuka ruang cukup lebar untuk investor institusi seperti industri dana pensiun, asuransi, hingga sovereign wealth fund, untuk dapat mengunci imbal hasil jangka panjang. 

Pemerintah sepertinya tidak hanya mencari dana, tetapi juga mengatur profil jatuh tempo (maturity profile) dan durasi portofolio utang agar risiko pembiayaan ulang (refinancing risk) tetap terkendali. 

Namun, di tengah ekspektasi pelonggaran moneter global yang masih fluktuatif dan tekanan nilai tukar rupiah yang belum mereda, investor akan lebih sensitif terhadap premi risiko. Sebab, sebagai instrumen dalam mata uang rupiah, hasil lelang SUN akan sangat dipengaruhi persepsi investor asing terhadap stabilitas kurs.

Terkait hal ini, sepertinya pemerintah sudah mengakomodir kekhawatiran tersebut dan terlihat menawarkan imbal hasil cukup tinggi di rentang 5,87% hingga 7,12% untuk menarik penawaran (incoming bids) yang masuk. 

Meski akhir-akhir ini rupiah bergerak relatif stabil, namun rupiah belum menguat secara fundamental dan bertahan lama. Kurs rupiah masih cenderung volatil terombang-ambing sentimen global. 

Ketika rupiah berada dalam tekanan, investor global cenderung meminta kompensasi tambahan dalam bentuk yield lebih tinggi. Sebaliknya, bila volatilitas terkendali dan diferensial suku bunga Indonesia terhadap negara maju tetap menarik, minat terhadap FR tenor menengah-panjang bisa tetap kuat.

Lelang SUN besok akan jadi indikator kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia dan jumlah penawaran yang masuk akan menjadi ringkasan paling jujur dari persepsi pasar terhadap kredibilitas kebijakan domestik. 

Sebagai catatan, pada lelang SUN sebelumnya pada 4 Februari lalu jumlah penawaran yang masuk tercatat turun 7,6% menjadi Rp76,58 triliun, dari penawaran sebelumnya pada lelang tanggal 20 Januari mencapai Rp82,9 triliun.  

Lelang tersebut diwarnai oleh sentimen MSCI Effect dan terjadinya pergantian pemimpin di dua lembaga otoritas keuangan Tanah Air: Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

(dsp)

No more pages