Michael Ball, Macro Strategist di Bloomberg, menilai sebenarnya tidak ada isu spesifik yang membuat harga emas jatuh. Koreksi sepertinya lebih karena faktor teknis.
Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ‘kebakaran’. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite merosot masing-masing 1,34%, 1,57%, dan 2.03%.
Namun kemudian algoritma perdagangan otomatis (robot trading) ikut membuat emas mengalami tekanan jual. Ini yang membuat harga emas melorot, padahal tidak ada katalis yang jelas.
“Apa yang terjadi sepertinya aksi jual strategis yang sistematis. Momentum yang biasanya dilakukan oleh CTA (Commodity Trading Advisors),” kata Ball, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)
No more pages





























