Logo Bloomberg Technoz

Langkah prosedural ini pun memicu kritik tajam dari pihak oposisi. "Ini adalah tindakan pengecut," ujar James McGovern, perwakilan Demokrat dari Massachusetts. "Mereka mengkhianati konstituen mereka sendiri. Harga-harga melambung tinggi. Maksud saya, jika kita mengadakan voting besok, mereka pasti akan memilih untuk membatalkan tarif tersebut."

Upaya untuk melarang voting tarif ini sempat memicu pemberontakan kecil di internal Partai Republik pada September lalu. Namun, gejolak tersebut segera diredam oleh kepemimpinan faksi Republik di DPR dengan janji pembentukan kelompok kerja bagi para anggota dewan untuk menyampaikan keluhan mereka.

Menjelang pemilihan sela pada November mendatang, pemungutan suara terkait tarif Trump dianggap sangat canggung bagi politisi Republik, terutama mereka yang mewakili wilayah "swing district" atau daerah yang paling terdampak secara ekonomi oleh kenaikan biaya impor tersebut.

Sebagai catatan, Senat AS pada tahun lalu telah memberikan suara untuk membatalkan kebijakan bea masuk Trump terhadap Kanada, Brasil, serta apa yang disebut sebagai tarif timbal balik global.

(bbn)

No more pages