“Meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK),” sebut laporan BI.
IKE dan IEK masing–masing tercatat menguat menjadi 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibanding dengan pencapaian bulan sebelumnya yang tercatat 111,4 dan 135,6 masing–masing.
Kembali ke pasar saham, sebanyak 433 saham menguat dan 252 melemah. Lalu terdapat 136 saham stagnan.
Saham–saham barang baku, saham energi, dan saham konsumen non-primer berhasil menjadi pendorong penguatan IHSG dengan melesat mencapai 4,4%, 2,92% dan 2,05%. Disusul oleh penguatan saham konsumen primer yang melejit 1,53%.
Sejumlah saham konsumen non-primer yang menguat signifikan adalah PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) yang melejit 33,82%, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melesat 22,16%, dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) meninggi 21,85%.
Saham konsumen primer juga berhasil melesat hingga jadi penopang IHSG. Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menguat 19,75%, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) terapresiasi 16,77%, dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mencatat penguatan 9,84%.
Kemudian saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melejit 6,08%, PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) melesat 5,56%, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menguat 4,35%.
(fad)






























