Budi menjelaskan, hingga akhir Februari 2026 diperkirakan sekitar 16 rumah sakit sudah selesai dibangun. Sisanya ditargetkan menyusul pada Maret hingga April agar manfaat layanan kesehatan bisa segera dirasakan masyarakat.
Pembangunan rumah sakit ini difokuskan pada daerah yang masih kekurangan fasilitas kesehatan memadai. Pemerintah berharap pemerataan layanan medis semakin optimal sehingga masyarakat tidak perlu bepergian jauh untuk mendapatkan perawatan.
Dari sisi infrastruktur, rumah sakit dibangun mengikuti standar teknis ketat, termasuk desain ramah disabilitas dan konstruksi tahan gempa hingga 8 skala Richter. Pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk melengkapi fasilitas medis agar operasional rumah sakit berjalan maksimal sejak awal.
Sejumlah alat kesehatan, termasuk perangkat catheterization laboratory (cath lab), masih dalam proses pengiriman. Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, pemerintah optimistis kualitas layanan kesehatan nasional meningkat sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat berobat ke luar negeri.
(dec)




























