Logo Bloomberg Technoz

Namun, Israel melihat diplomasi saat ini—yang diluncurkan setelah Trump mengancam para pemimpin Iran atas tindakan keras mereka terhadap aksi protes domestik—sebagai peluang untuk melakukan tindakan pencegahan yang lebih luas, bahkan termasuk upaya penggantian rezim.

“Perdana Menteri percaya bahwa negosiasi apa pun harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan terhadap poros Iran,” demikian pernyataan kantor Netanyahu pada hari Sabtu (7/2) saat mengumumkan rencana pertemuan tersebut.

Pertemuan mendadak ini dijadwalkan di tengah spekulasi media Israel bahwa Netanyahu sebenarnya baru akan mengunjungi Washington akhir bulan ini untuk acara lain.

Istilah "poros Iran" yang dirujuk Netanyahu mencakup kelompok Hamas di Palestina—yang terlibat perang dua tahun dengan Israel di Gaza sebelum gencatan senjata saat ini—serta Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan Syiah di Irak.

Di sisi lain, Trump tetap optimistis dengan jalannya diplomasi. Ia menyebut putaran pertama pembicaraan tidak langsung dengan Iran berjalan "sangat baik" dan akan berlanjut pada awal pekan depan.

“Iran sepertinya sangat ingin membuat kesepakatan. Kita harus lihat seperti apa kesepakatannya nanti, tapi menurut saya Iran sangat ingin mencapainya, dan memang seharusnya begitu,” ujar Trump.

Pada Juni lalu, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke wilayah Israel. Tel Aviv memandang serangan konvensional jarak jauh tersebut sebagai ancaman besar yang mampu menembus sistem pertahanan udara mereka.

(bbn)

No more pages