Logo Bloomberg Technoz

Lalu, Ruipu Technology Group Company Ltd menggenggam 20% saham perusahaan smelter tersebut.

Kemudian, Tsingtuo Group Co Ltd dan Hanwa Company Ltd, dan investor asal Indonesia, yaitu PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) masing-masing memiliki saham ITSS sebesar 10%.

Dalam operasinya, PT ITSS merupakan pemegang izin usaha industri (IUI) yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sejak 2019, dan mendapatkan izin operasi hingga 2049.

Tshingshan Group sendiri merupakan perusahaan pelat merah China yang didirikan pada medio 1980. Sejak awal berdiri, Tsingshan Group fokus pada pengolahan baja tahan karat.

Selain ITSS, Tshingsap Group juga memiliki perusahaan lain yakni PT Sulawesi Mining Investment Indonesia, PT Guangqing Nickel Corporations Indonesia, PT Indonesia Ruipu Nichrome, PT Tsingshan Steel Indonesia dan PT Dein Baja Indonesia.

Secara keseluruhan, Tsingshan Group di Kawasan Industri Morowali ini menghasilkan baja nirkarat hingga 3 juta ton, nickel pig iron (NPI) 2 juta ton, dan baja karbon 3,5 juta ton per tahun.

(azr/naw)

No more pages